Tolak Lockdown, Swedia Catat Rekor Kematian Akibat COVID-19

Karyawan berjalan di Bandara Internasional Arlanda yang terlihat sepi atas mewabahnya virus corona sehingga banyaknya penerbangan yang dibatalkan di Stockholm, Swedia, 12 Maret 2020. TT News Agency/ Fredrik Sandberg via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Swedia mencatat pekan paling mematikan di abad ke-21 yang diakibatkan virus corona atau COVID-19 setelah secara kontroversial menolak tindakan lockdown. Menurut laporan, setidaknya 2.505 warga Swedia tewas selama 6-12 April, artinya 358 kematian per hari.

Peneliti dari badan statistik Statistics Sweden, Tomas Johansson, mengatakan data tersebut adalah data statistik awal. “Penting dilaporkan bahwa selain data statistik awal, jumlah kematian, terutama minggu-minggu terakhir, akan disesuaikan,” ujar dia, seperti dikutip laman New York Post, Selasa, 28 April 2020.

Lonjakan kematian baru-baru ini terjadi ketika negara itu menolak untuk menerapkan langkah-langkah isolasi untuk menghentikan penyebaran virus. Pemerintah Negara Viking itu lebih memilih meminta warga melakukan pembatasan sosial (social distancing) dibandingkan kebijakan lockdown.

"Pihak berwenang dan pemerintah bodoh tidak percaya bahwa epidemi akan mencapai Swedia," kata Bo Lundback, profesor epidemiologi di University of Gothenburg.

Berdasarkan peta sebaran kasus viruc corona, Swedia telah mencatat lebih dari 20.000 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi pada Rabu malam, yang mengakibatkan 2.462 kematian. Sebagai perbandingan, tetangganya yang merupakan negara Nordik seperti Denmark, Norwegia dan Finlandia masing-masing hanya mencatat 443, 207 dan 206 kematian, pada Rabu malam.

NEW YORK POST | SWEDIA THE LOCAL






Rasmus Paludan Ancam Akan Bakar Al Quran Setiap Hari Jumat

2 jam lalu

Rasmus Paludan Ancam Akan Bakar Al Quran Setiap Hari Jumat

Politisi Rasmus Paludan mengancam akan melakukan pembakaran Al Quran hingga Swedia diterima jadi anggota NATO.


Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

14 jam lalu

Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

Jepang tak lagi mewajibkan pemakaian masker di dalam ruangan. Covid-19 disamakan dengan sakit flu biasa.


Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

1 hari lalu

Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

Sebelum pandemi Covid-19, tepatnya pada 2019, Indonesia mendapatkan kuota haji sebesar 231.000 jemaah.


Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

1 hari lalu

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono resmi mencabut aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).


Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

1 hari lalu

Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

Pakar kesehatan mengatakan penyakit campak lebih menular dari COVID-19 dengan daya tular pada 12 hingga 13 orang di sekitar pasien.


CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

1 hari lalu

CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

Dalam temuannya, CDC menyatakan lansia penerima vaksin booster Covid-19 Pfizer kedua kalinya berpotensi terkena stroke.


Kedutaan Swedia di Malaysia Digeruduk Ormas, Protes Pembakaran Al Quran

1 hari lalu

Kedutaan Swedia di Malaysia Digeruduk Ormas, Protes Pembakaran Al Quran

Sekitar 30 organisasi masyarakat berkumpul di luar Kedutaan Swedia di Kuala Lumpur hari ini untuk memprotes pembakaran Al Quran.


Kraken Masuk Indonesia, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan dan Vaksinasi Booster

1 hari lalu

Kraken Masuk Indonesia, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan dan Vaksinasi Booster

Pakar mengatakan apapun varian COVID-19, termasuk XBB.1.5 atau Kraken, protokol kesehatan belum berubah dan vaksin masih bermanfaat.


Yuni Shara Vaksinasi Booster ke-2 di RSPAD Gatot Soebroto, Rasanya Seperti...

2 hari lalu

Yuni Shara Vaksinasi Booster ke-2 di RSPAD Gatot Soebroto, Rasanya Seperti...

Yuni Shara sengaja menggunakan gaun tanpa lengan agar memudahkannya menerima suntikan vaksin di lengan kirinya.


Izin Pembakaran Al Quran di Swedia, Komunitas Yahudi: Kesalahan Besar

2 hari lalu

Izin Pembakaran Al Quran di Swedia, Komunitas Yahudi: Kesalahan Besar

Dewan Komunitas Yahudi Swedia mengatakan izin pembakaran Al Quran di Swedia adalah "kesalahan besar".