Ilmuwan Nvidia Bagikan Desain Ventilator Seharga Rp 6 Juta

Reporter

Editor

Erwin Prima

Ilmuwan NVidia Bill Dally membuat prototipe pertama ventilator berbiaya murah. Kredit: ANTARA/NVidia

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Ilmuwan Nvidia Bill Dally minggu ini telah merilis desain open source ventilator mekanik berbiaya murah dan mudah dirakit.

Ventilator yang dirancang hanya dalam beberapa minggu oleh Dally--yang selama ini berperan besar dalam produksi semikonduktor dan superkomputer di Nvidia-- dapat dibuat dengan cepat hanya dengan biaya 400 dolar (Rp 6 juta) saja.

Sebaliknya, ventilator tradisional bisa berharga lebih dari 20.000 dolar (Rp 300 juta), sementara dunia sekarang sangat membutuhkan alat itu untuk menolong pasien COVID-19.

"Saya berharap bahwa kita tidak membuat banyak orang sakit sehingga kita kehabisan ventilator," kata Dally, dikutip dari blog Nvidia, Minggu, 3 Mei 2020.

Dari pasien yang terinfeksi COVID-19, antara 0,3 persen hingga 0,6 persen mengalami sindrom gangguan pernapasan yang cukup parah sehingga membutuhkan ventilator mekanik, Dally menjelaskan.

Tujuan Dally berbagi desain ini adalah agar ventilator bisa diproduksi sesederhana mungkin dan berbiaya murah.

Ventilator rancangan Dally dibangun hanya dengan dua komponen kunci yang mudah didapat--katup solenoid proporsional dan mikrokontroler untuk mengatur aliran gas melalui katup ke pasien.

Dally memiliki lebih dari 120 paten. Dia memiliki tugas mengajar dan penelitian di Caltech, MIT dan Stanford, di mana dia memimpin departemen ilmu komputer.

Dia memimpin tim riset Nvidia sejak 2009. Ini mencakup lebih dari 200 ilmuwan dari seluruh dunia yang fokus pada bidang-bidang seperti AI, visi komputer, mobil swakemudi, robot, dan grafik.

Dally mulai mengeksplorasi bagaimana memberikan kontribusi setelah CEO Nvidia Jensen Huang meminta para pemimpin perusahaan untuk mencari cara untuk membantu penanganan pandemi COVID-19.

Bill Dally membangun prototipe pertama dari desainnya di bengkel rumahnya, dengan bantuan siswanya dan ahli-ahli bidang terkait, termasuk bidang medis.

Pada hari Jumat, 17 April, Dr. David Gaba seorang ahli dalam pembelajaran berbasis imersif dan simulasi, menguji kemampuan perangkat rancangan Dally.

Dr. Gaba menguji prototipe pada simulator paru yang canggih, memodelkan normal dan dua tingkat penyakit paru COVID-19 dengan berbagai pengaturan ventilator.

"Ini berfungsi seperti yang diharapkan," kata Dally. Menurutnya, ketika komponen tersedia, ventilatornya itu bisa dirakit dalam waktu hanya 5 menit. Bentuknya yang ringkas memungkinkan dibawa dengan tas jinjing dengan mudah.

Selain berbiaya rendah dalam pembuatannya, ventilator rancangan Dally juga rendah daya listrik.

Perangkat itu juga memiliki sensor yang secara akurat mengukur aliran udara, mengkompensasi ketidakakuratan katup, mengontrol tekanan maksimum, memungkinkan pernapasan yang dimulai oleh pasien, dan memantau kondisi alarm, di antara fitur-fitur lainnya.

Dally sekarang dalam proses menavigasi dokumen yang diperlukan untuk persetujuan penggunaan darurat dari otoritas di Amerika.

ANTARA






Mobil Bekas Terlaris 2022: Truk

4 hari lalu

Mobil Bekas Terlaris 2022: Truk

Mobil baru yang paling laris nantinya cenderung menjadi mobil bekas terlaris juga.


Balon Mata-mata Cina Terbang di Atas Situs Militer AS, Sempat Mau Ditembak

5 hari lalu

Balon Mata-mata Cina Terbang di Atas Situs Militer AS, Sempat Mau Ditembak

Amerika Serikat mengklaim balon mata-mata Cina terbang di atas situs militer beberapa hari sebelum Menlu AS Anthony Blinken ke negara tersebut.


Kisah Hamilton Charhartt, Penemu Kemeja Flanel

5 hari lalu

Kisah Hamilton Charhartt, Penemu Kemeja Flanel

kemeja flanel yang terkenal saat ini tidak dapat dipisahkan dari sosok Hamilton Charhartt. Ia membawa flanel dari Irlandia ke Amerika.


Top 3 Dunia: Warga Amerika Kecewa, Devaluasi Mata Uang Lebanon, Paket Bantuan untuk Ukraina

6 hari lalu

Top 3 Dunia: Warga Amerika Kecewa, Devaluasi Mata Uang Lebanon, Paket Bantuan untuk Ukraina

Bantuan AS untuk Ukraina yang memancing perhatian menjadi topik dari dua dari tiga berita teratas.


Berapa Lama Perbedaan Waktu Indonesia dengan Amerika? Ini Penjelasannya

10 hari lalu

Berapa Lama Perbedaan Waktu Indonesia dengan Amerika? Ini Penjelasannya

Perbedaan waktu antara Indonesia dengan Amerika cukup jauh hingga lebih dari 10 jam karena perbedaan letak astronomis.


Polisi Amerika Menahan Perempuan yang Diduga Menikam Mahasiswa Arab Saudi hingga Tewas

11 hari lalu

Polisi Amerika Menahan Perempuan yang Diduga Menikam Mahasiswa Arab Saudi hingga Tewas

Selain membunuh, terduga pelaku juga didakwa mencuri barang-barang milik mahasiswa Arab Saudi itu.


Dosen Poliban Raih Predikat Asia Top 10.000 Scientists

12 hari lalu

Dosen Poliban Raih Predikat Asia Top 10.000 Scientists

Dua dosen Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) Kalimantan Selatan meraih predikat "Asia Top 10.000 Scientists".


Empat Alasan Utama Badai PHK di Amerika Terus Berlanjut

15 hari lalu

Empat Alasan Utama Badai PHK di Amerika Terus Berlanjut

Pengamat dari Celios, Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan PHK di Amerika Serikat akan terus berlanjut. Ada empat penyebab.


PHK di Amerika Bulan Ini Mencapai 60 Ribu, Google dan Microsoft Pangkas Karyawan

15 hari lalu

PHK di Amerika Bulan Ini Mencapai 60 Ribu, Google dan Microsoft Pangkas Karyawan

Sekitar 60.000 karyawan di Amerika Serikat terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang Januari 2023.


TV 86 Inci LG Gampang Terguling, 56 Ribu Unit Direcall di Amerika

23 hari lalu

TV 86 Inci LG Gampang Terguling, 56 Ribu Unit Direcall di Amerika

LG menarik (recall) lebih dari 56 ribu unit televisi layar raksasanya, 86 inci, dari pasaran di Amerika mulai 12 Januari 2023.