Beberapa Virus Tak Punya Vaksin, Ahli Corona WHO Beri Peringatan

Reporter

Editor

Erwin Prima

Ilustrasi vaksin COVID-19 atau virus corona. REUTERS/Dado Ruvic

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang utusan khusus untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait virus corona mengatakan dalam sebuah wawancara pada hari Minggu, 3 Mei 2020, bahwa ekonomi global mungkin harus berasumsi bahwa tidak akan ada sebuah vaksin dan menganggap cara-cara untuk mendekati virus itu sebagai ancaman konstan.

David Nabarro, seorang profesor kesehatan global di Imperial College London, mengatakan kepada CNN bahwa masyarakat perlu masuk ke posisi di mana mereka dapat mempertahankan diri melawannya sambil melanjutkan kehidupan sehari-hari.

Dia menunjukkan bahwa beberapa virus tidak memiliki vaksin. "Ada beberapa virus yang kita masih tidak memiliki vaksin untuk melawannya," katanya kepada CNN Minggu.

“Kami tidak dapat membuat asumsi absolut bahwa vaksin muncul, atau jika itu muncul, apakah itu akan lulus semua tes kemanjuran dan keamanan.”

Pada tahun 1984, Menteri Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan AS Margaret Heckler mengumumkan di Washington, DC, bahwa para ilmuwan telah berhasil mengidentifikasi virus yang kemudian dikenal sebagai HIV dan memperkirakan bahwa vaksin pencegahan akan siap untuk pengujian dalam dua tahun. Namun, hampir empat dekade dan 32 juta kematian setelah itu, dunia masih menunggu vaksin HIV.

Sementara, Pusat Penelitian Penyakit Menular di University of Minnesota baru-baru ini menyarankan bahwa Covid-19 akan bertahan selama dua tahun ke depan dan negara-negara harus siap untuk wabah "berkala".

Laporan itu mengatakan penahanan virus akan sangat menantang karena sebagian dari mereka yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala, menurut Bloomberg.

Telah banyak dilaporkan bahwa tanpa pengobatan, vaksin atau penyembuhan yang terbukti, pemerintah harus membatasi interaksi sosial. Virus corona dianggap sangat menular dan paling berbahaya bagi populasi lansia dan mereka yang memiliki komorbiditas.

Pejabat kesehatan di AS percaya bahwa aturan tempat tinggal memberikan kontribusi pada tingkat infeksi yang lebih rendah dari yang diperkirakan.

Anthony Fauci, direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases, mengatakan pada konferensi pers virus corona awal bulan lalu bahwa dunia mungkin tidak akan pernah kembali ke kondisi normal yang dikenal sebelum wabah.

"Ketika kita kembali normal, kita akan kembali ke titik di mana kita dapat berfungsi sebagai masyarakat," katanya. Dia melanjutkan, "Jika Anda ingin kembali ke kondisi sebelum virus corona, itu mungkin tidak akan pernah terjadi dalam arti bahwa ancaman ada di sana. "

FOXNEWS | CNN | BLOOMBERG






Asal-usul Hari Kusta Sedunia dan Mengenali Tema Peringatan Tahun 2023

20 jam lalu

Asal-usul Hari Kusta Sedunia dan Mengenali Tema Peringatan Tahun 2023

Hari Kusta Sedunia diperingati setiap tahun pada Minggu terakhir Januari. Hari Minggu tahun ini pada 29 Januari 2023.


Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

22 jam lalu

Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

Tahun Baru Imlek adalah hari libur terpenting tahun ini di Cina.


Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

22 jam lalu

Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

Kementerian Kesehatan akan melakukan upaya sosialisasi vaksinasi Covid-19 untuk balita kepada masyarakat.


Gotong Royong Mewujudkan Kabupaten dan Kota Sehat

1 hari lalu

Gotong Royong Mewujudkan Kabupaten dan Kota Sehat

Kementerian Dalam Negeri RI berharapan pengesahan Rancangan Peraturan Presiden (Raperpres) Kabupaten Kota Sehat bisa dirampungkan pada tahun ini


Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

1 hari lalu

Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

Jepang tak lagi mewajibkan pemakaian masker di dalam ruangan. Covid-19 disamakan dengan sakit flu biasa.


Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

2 hari lalu

Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

Sebelum pandemi Covid-19, tepatnya pada 2019, Indonesia mendapatkan kuota haji sebesar 231.000 jemaah.


Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

2 hari lalu

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono resmi mencabut aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).


Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Cuaca Buruk Tunda Penerbangan di Manado, Vaksin

2 hari lalu

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Cuaca Buruk Tunda Penerbangan di Manado, Vaksin

Topik tentang penerbangan di Bandara Manado tertunda akibat hujan dan angin kencang menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.


Vaksin Campak dan Covid-19 Bisa Diberikan Bersamaan, Cek Syaratnya

2 hari lalu

Vaksin Campak dan Covid-19 Bisa Diberikan Bersamaan, Cek Syaratnya

Pakar kesehatan membolehkan vaksin campak diberikan bersama vaksin COVID-19, termasuk booster kedua. Ini yang perlu diperhatikan.


Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

2 hari lalu

Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

Pakar kesehatan mengatakan penyakit campak lebih menular dari COVID-19 dengan daya tular pada 12 hingga 13 orang di sekitar pasien.