Waktu Terbaik Berburu Hujan Meteor Eta Aquarids Malam Ini

Meteor Eta Aquarids. express.co.uk

TEMPO.CO, Bandung - Puncak hujan meteor Eta Aquarids diprediksi akan terjadi pada Rabu dinihari 6 Mei 2020. Waktu pengamatan terbaiknya dari selewat tengah malam sampai menjelang fajar.

“Waktu yang bagus untuk pengamatan sekitar pukul 03.30,” kata Avivah Yamani, penggiat astronomi dari komunitas Langit Selatan Bandung, Selasa 5 Mei 2020.

Dia menerangkan, hujan meteor itu akan berasal dari langit timur. Waktu kemunculannya mulai pukul 01.26 wib seiring terbitnya rasi bintang Aquarius. “Sekitar dua jam kemudian hujan meteor itu sudah agak tinggi posisinya di arah timur juga,” ujar Avivah. 

Pada pukul 02, hujan meteor bisa disaksikan pada ketinggian 9 derajat di atas ufuk. Terus meninggi seiring waktu dan pukul 06, misalnya, ada di ketinggian 68,2 derajat.

Secara keseluruhan, di malam puncak nanti, Avivah mengatakan, akan bisa bisa dilihat 40–85 meteor setiap jamnya melesat dengan kecepatan 66,9 kilometer per detik. Syaratnya, langit cerah, tidak ada hujan, dan juga lokasi pengamatan yang bebas polusi cahaya. “Kalau cerah bisa diamati, kalau hujan nggak akan bisa tampak,” kata dia.

Hujan meteor Eta Aquarids sudah terjadi sejak 19 April lalu dan diperhitungkan masih bisa dinikmati hingga 28 Mei nanti. Ini merupakan satu dari dua hujan meteor yang tercipta karena material kosmis dari Komet Halley.

Bumi akan melintasi jalur orbit komet terkenal itu--karena bisa diamati dengan mata telanjang--untuk yang kedua kalinya pada Oktober. Saat itu perpotongan orbit akan menciptakan hujan meteor Orionids, yang akan memuncak 20 Oktober. 

Komet Halley sendiri butuh 76 tahun untuk berevolusi utuh mengelilingi matahari. Dia akan terlihat dari Bumi pada 2061. 

TIMEANDDATE






Begini Kepala Observatorium Bosscha Melihat Devitalisasi Planetarium Jakarta

6 hari lalu

Begini Kepala Observatorium Bosscha Melihat Devitalisasi Planetarium Jakarta

Kepala Observatorium Bosscha, Premana W. Premadi, menyatakan ingin tetap berpikir positif tentang devitalisasi Planetarium Jakarta. Maksdunya?


Penghargaan Royal Astronomical Society untuk Kepala Observatorium Bosscha

14 hari lalu

Penghargaan Royal Astronomical Society untuk Kepala Observatorium Bosscha

Kepala Observatorium Bosscha mendapat pengakuan internasional untuk perannya dalam pengembangan astronomi di Indonesia.


Seabad Observatorium Bosscha, Pengelola Gelar Rangkaian Acara Setahun

15 hari lalu

Seabad Observatorium Bosscha, Pengelola Gelar Rangkaian Acara Setahun

Observatorium Bosscha di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, genap berusia 100 tahun pada tahun ini.


Fenomena Astronomi: Puncak Hujan Meteor Quadrantid Hari Ini dan Besok

25 hari lalu

Fenomena Astronomi: Puncak Hujan Meteor Quadrantid Hari Ini dan Besok

Selain sejumlah agenda fenomena astronomi, di awal 2023 ini ada kegiatan Globe At Night atau kampanye langit gelap


Saksikan Hujan Meteor Ursid pada Pertengahan Desember 2022, Ini Cara Melihatnya

45 hari lalu

Saksikan Hujan Meteor Ursid pada Pertengahan Desember 2022, Ini Cara Melihatnya

BRIN mengatakan masyarakat dapat menyaksikan hujan meteor Ursid dengan intensitas maksimum pada 23 Desember 2022


Malam Ini Hujan Meteor Geminid, Begini Cara Melihatnya

46 hari lalu

Malam Ini Hujan Meteor Geminid, Begini Cara Melihatnya

jika ingin melihat hujan meteor geminid malam ini, pada 13-14 desember 2022, perlu perhatikan beberapa cara berikut ini.


Fenomena Langit Desember: Puncak Hujan Meteor Pheonicid Malam Ini

57 hari lalu

Fenomena Langit Desember: Puncak Hujan Meteor Pheonicid Malam Ini

Hujan meteor Pheonicid yang sudah berlangsung sejak 28 November 2022 akan mencapai puncaknya pada malam hari ini, Jumat 2 Desember 2022.


Besok Ada Peristiwa Langit Hujan Meteor Leonid, Apa itu Hujan Meteor?

16 November 2022

Besok Ada Peristiwa Langit Hujan Meteor Leonid, Apa itu Hujan Meteor?

Menurut BRIN hujan meteor adalah fenomena astronomis tahunan yang terjadi saat sejumlah meteor berpindah dari titik tertentu di langit.


Hujan Sabotase Antusiasme Pengamatan Bareng Gerhana Bulan Total di Jakarta

8 November 2022

Hujan Sabotase Antusiasme Pengamatan Bareng Gerhana Bulan Total di Jakarta

Sempat mendata hampir 1.000 pendaftar, kegiatan pengamatan bareng Gerhana Bulan Total di TIM Jakarta hanya dihadiri 100-an orang. Acara berantakan.


Gerhana Bulan Total, Lebih dari 1.000 Orang Diperkirakan Akan Memadati TIM

8 November 2022

Gerhana Bulan Total, Lebih dari 1.000 Orang Diperkirakan Akan Memadati TIM

Kuota peserta diskusi tentang Gerhana Bulan Total sebelum pengamatan bareng juga telah dilipatduakan, dan sudah terisi penuh.