Huawei Bangun BTS 5G di Gunung Everest

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BTS 5G yang dibangun Huawei pada ketinggian 6.500 meter di Puncak Everest, Pegunungan Himalaya, di Cina. (ANTARA/HO)

    BTS 5G yang dibangun Huawei pada ketinggian 6.500 meter di Puncak Everest, Pegunungan Himalaya, di Cina. (ANTARA/HO)

    TEMPO, Jakarta - Huawei bersama China Mobile membangun base transceiver station (BTS) untuk koneksi jaringan 5G pada ketinggian 6.500 meter di Puncak Everest, Pegunungan Himalaya. Pembangunan itu dilakukan dalam penelitian tim bersama Cina dan Nepal yang mengukur ulang puncak tertinggi di dunia itu. 

    Dalam pernyataan pers yang dikutip Rabu 6 Mei 2020, Huawei juga mengumumkan keberhasilannya mendukung China Mobile dalam mengoperasikan jaringan dual gigabit di Everest. Mereka melakukannya dengan meluncurkannya jaringan fiber optik gigabit di lokasi ketinggian yang sama.

    "Pembangunan teknologi jaringan 5G di Everest diharapkan mampu mendukung proses pengukuran ulang wilayah pegunungan ini dengan akurasi pengukuran yang lebih baik lagi," bunyi pernyataan dari  perusahaan teknologi Cina itu.

    Huawei menawarkan solusi end-to-end miliknya dalam mendukung pembangunan jaringan dual gigabit oleh China Mobile di sejumlah titik, di antaranya adalah Mount Everest Base Camp di ketinggian 5.300 meter, Transition Camp di ketinggian 5.800 meter, dan Forward Camp di ketinggian 6.500 meter. Huawei menggelar teknologi 5G AAU dan SPN di lokasi-lokasi tersebut.

    Sementara untuk kegiatan perawatan dan optimalisasi jaringan dikerjakan oleh sejumlah pihak yang memiliki spesialisasi di bidang jaringan yang akan ditempatkan di wilayah tersebut pada ketinggian 5.300 meter atau lebih. Mereka akan beroperasi selama 24 jam penuh dan 7 hari dalam seminggu, guna memastikan operasi jaringan berjalan mulus.

    Huawei 5G AAU kini telah terintegrasi lebih jauh lagi dan hadir dalam ukuran yang ringkas, sehingga memudahkan pengguna dalam melakukan penggelaran dan instalasi. Solusi ini dirasa cocok untuk ditempatkan di infrastruktur-infrastruktur yang terletak di lokasi-lokasi ekstrem seperti Everest.

    Untuk proyek ini, jaringan dalam mode "stand alone plus non-stand alone" (SA+NSA) terhubung ke lima BTS. Huawei mengandalkan teknologi Massive MIMO untuk mencapai kualitas konektivitas 5G berkecepatan tinggi dengan bandwidth yang luas.

    Hasilnya, meskipun pada ketinggian lokasi 5.300 meter, kecepatan unduh 5G jaringan Huawei bisa melampaui 1,66 Gbps, dengan kecepatan unggah bisa mencapai 215 Mbps.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.