Mengorbit 2 Hari 19 Jam, Pesawat Luar Angkasa Cina Balik ke Bumi

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Roket Long March-5B lepas landas dari lokasi peluncuran Wenchang, Pulau Hainan, Cina, Selasa, 5 Mei 2020. Program luar angkasa Cina bertujuan untuk mengangkut astronot ke stasiun ruang angkasa dan eksplorasi ruang angkasa berawak di masa depan. Xinhua/Tu Haichao

    Roket Long March-5B lepas landas dari lokasi peluncuran Wenchang, Pulau Hainan, Cina, Selasa, 5 Mei 2020. Program luar angkasa Cina bertujuan untuk mengangkut astronot ke stasiun ruang angkasa dan eksplorasi ruang angkasa berawak di masa depan. Xinhua/Tu Haichao

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesawat luar angkasa generasi terbaru Cina berhasil kembali ke Bumi pada Jumat pukul 13.49 waktu setempat (12.49 WIB) tepat di landasan Dongfeng, Daerah Otonomi Mongolia Dalam.

    Pesawat ulang-alik tersebut kembali ke Bumi setelah sukses melakukan uji coba, demikian laporan sejumlah media resmi Cina.

    Pesawat luar angkasa itu berhasil memasuki orbitnya pada pukul 12.21 yang kemudian kapsulnya terpisah pada pukul 13.33 sesuai instruksi dari Pusat Kendali Ruang Angkasa Beijing (BACC). "Tepat pukul 13.49 kapsul tersebut kembali ke Bumi dengan selamat," ujar BACC.

    Tim pencarian berhasil menemukan kapsul tersebut tepat waktu dan mengonfirmasi struktur kapsul masih utuh.

    Cina meluncurkan pesawat luar angkasa generasi terbaru tanpa awak dengan menggunakan roket Long March-5B dari Pusat Peluncuran Luar Angkasa Wenchang di Pulau Hainan pada Selasa, 5 Mei 2020.

    Pesawat luar angkasa tersebut berada di orbitnya selama dua hari 19 jam untuk melaksanakan serangkaian uji coba ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa, demikian Lembaga Antariksa China (CMSA).

    Pesawat tersebut juga melakukan uji coba teknologi utama seperti perisai panas dan alat pengendali saat masuk kembali ke atmosfer dan penggunaan parasut.

    Pesawat luar angkasa generasi terbaru itu merupakan alat transportasi luar angkasa yang canggih dan mampu menjalankan berbagai tugas.

    Tidak hanya digunakan untuk menjalankan misi orbit rendah, pesawat itu juga bisa mendukung pembangunan stasiun luar angkasa Cina, termasuk eksplorasi ke bulan, demikian CMSA.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Silang Pendapat tentang RUU PKS

    Fraksi-fraksi di DPR berbeda pendapat dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU PKS. Dianggap rumit.