PSBB Tak Sampai Stop Layanan Radiasi di Batan, Simak Alasannya

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengunjungi reaktor nuklir RDE milik Badan Tenaga Nuklir Nasional di Serpong, Tangerang Selatan, Selasa, 25 September 2018. (batan.go.id)

    Warga mengunjungi reaktor nuklir RDE milik Badan Tenaga Nuklir Nasional di Serpong, Tangerang Selatan, Selasa, 25 September 2018. (batan.go.id)

    Tangerang Selatan - Badan Tenaga Nuklir Nasional atau Batan menyatakan tetap mengoperasikan fasilitas Iradiator Gamma Merah Putih di masa pandemi Covid-19. Pengoperasian fasilitas nuklir yang berlokasi di Serpong, Tangerang Selatan, itu disertai aturan pembatasan sosial yang ketat demi bisa tetap mendukung produksi pangan dan alat kesehatan.

    Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi di Batan, Totti Tjiptosumirat, mengungkap itu lewat keterangan tertulisnya, Selasa 12 Mei 2020. Menurutnya, layanan jasa iradiasi tetap diberikan kepada masyarakat yang berhubungan dengan perputaran ekonomi nasional.

    "Seperti mendukung produksi pangan dan alat kesehatan, serta mendukung ekspor bahan baku makanan dan obat," kata Totti.

    Adapun pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar yang ditetapkan pemerintah daerah setempat diterjemahkan melalui protokol kesehatan yang ketat. Di antaranya ada pembatasan jam kerja dengan tujuan mengurangi jumlah orang untuk bertemu pada saat yang bersamaan.

    Totti berharap, pengoperasian jasa layanan iradiasi sekalipun dibatasi bisa tetap mendukung roda perekonomian saat pandemi Covid-19 sekarang ini. "Dukungan terhadap industri bahan makanan, obat, dan alat kesehatan tetap berlangsung."

    Kepala Loka Iradiator Gamma Merah Putih, Indra Milyardi mengatakan, jumlah jam operasi dikurangi menjadi 12 jam dari sebelumnya 24 jam per hari. Selama PSBB pula, dia menambahkan, iradiator hanya dioperasikan oleh delapan orang terdiri dari tiga operator, empat teknisi, dan satu pekerja lapangan.

    Pihaknya, Indra menambahkan, juga berusaha tak mengurangi layanan sejak jumlah pelanggan selama penerapan PSBB tidak mengalami penurunan yang signifikan. Beberapa bahkan disebutnya menambah jumlah produksi. 

    "Sejak pertengahan Maret hingga April 2020, jasa iradiasi yang kami kerjakan rata-rata mencapai 20 ton per minggu. Masih stabil," katanya sambil menambahkan, "Namun karena jam operasi dibatasi, terjadi antrian pengerjaan yang cukup panjang."

    Layanan iradiasi itu merupakan fasilitas nuklir yang diresmikan pemanfaatannya pada tahun 2017. Dia digunakan untuk berbagai keperluan diantaranya pengawetan bahan makanan, kosmetik, dan sterilisasi alat kesehatan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Silang Pendapat tentang RUU PKS

    Fraksi-fraksi di DPR berbeda pendapat dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU PKS. Dianggap rumit.