Epidemiolog: Jika PSBB Mei Berhasil, Kurva Covid-19 Bisa Landai

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa kelengkapan surat tugas pengendara motor yang masuk wilayah Tangerang Selatan saat pemeriksaan pelaksanaan PSBB di Ciputat, Senin, 11 Mei 2020. PSBB di wilayah Tangerang telah dimulai pada 18 April 2020 lalu dan kini memasuki hari ke-23. Tempo/Nurdiansah

    Petugas memeriksa kelengkapan surat tugas pengendara motor yang masuk wilayah Tangerang Selatan saat pemeriksaan pelaksanaan PSBB di Ciputat, Senin, 11 Mei 2020. PSBB di wilayah Tangerang telah dimulai pada 18 April 2020 lalu dan kini memasuki hari ke-23. Tempo/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ahli epidemiologi Iqbal Elyazar menilai rencana pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) saat ini kurang tepat. Menurutnya, kondisi sekarang masih dilematis. Meskipun demikian, dia mengatakan bahwa kebijakan PSBB adalah pilihan.

    Dalam video konferensi yang digelar oleh Koalisi Warga untuk Lapor Covid-19, Iqbal menerangkan optimalisasi PSBB saat ini masih harus dilakukan, intinya mobilitasnya yang dibatasi. Menurut data yang dia dapat, sebagian besar masyarakat sekitar 50-70 persen sudah mengurangi aktivitas di luar rumah.

    “Nah ini momentum, harus dipertahankan. Saya masih optimistis jika Mei ini PSBB bisa berhasil, kurva kasus Covid-19 bisa dilandaikan,” ujar dia Senin, 11 Mei 2020.

    Kabar pelonggaran PSBB ini berawal dari Kementerian Perhubungan yang sedang merampungkan aturan turunan dari Peraturan Menteri Nomor 25 Tahun 2020 yang memuat mekanisme larangan mudik.

    Aturan itu nantinya akan melonggarkan penumpang dengan kepentingan bisnis atau dengan tujuan non-mudik untuk melakukan perjalanan ke wilayah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan zona merah.

    Menurut Iqbal, yang juga Peneliti Eijkman-Oxford Clinical Research Unit, seharusnya bulan puasa dijadikan sebagai momentum untuk merefleksikan diri, untuk memastikan virus tidak menyebar lebih banyak. “Jadi harus menahan diri,” katanya.

    Ahli epidemiologi dari Universitas Padjadjaran Panji Hadisoemarto mengatakan, belum saatnya aktivitas ekonomi kembali dibuka sekarang. Menurutnya, pelonggaran PSBB tidak bisa dilakukan sampai dengan kasus aktif menurun.

    “Minimal, untuk Jakarta itu ada 10 kasus aktif, itu sudah aman. Yang kita tahu sekarang testing rate masih sangat rendah dan kasus aktif masih banyak,” tutur Panji. Jadi sangat beresiko jika mengembalikan aktivitas normal.”

    Menurutnya, jika aktivitas ekonomi dibuka, maka harus dilakukan surveilans. “Ini bukan hanya dampaknya saja tapi bagaimana melonggarkan batasannya,” ujar Panji.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.