Diuji, Kemampuan Anjing Mengendus Virus Corona Covid-19

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mike, anjing labrador yang menjanai diet. Dailymail.co.uk

    Mike, anjing labrador yang menjanai diet. Dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, London - Peneliti di Inggris akan menguji kemampuan anjing mengendus apakah seseorang terinfeksi virus corona Covid-19. Penelitian terkait upaya mengembangkan cara cepat dan noninvasif untuk mendeteksi penularan virus itu didanai pemerintahnya sebesar 500.000 poundsterling (sekitar Rp 9 miliar).

    Penelitian yang bercermin kepada kemampuan anjing dalam mendeteksi kanker itu akan dilakukan di London School of Hygiene and Tropical Medicine, Universitas Durham dan badan amal Inggris, Medical Detection Dogs. "Kami yakin inovasi ini bisa memberi hasil yang cepat sebagai bagian dari strategi uji kami yang lebih luas," kata Menteri Inovasi Inggris, James Bethell.

    Penelitian nanti akan melibatkan sebanyak enam ekor anjing jenis labrador dan cocker spaniel. Kepada mereka akan diberikan sampel bau pasien penyakit virus corona 2019 atau Covid-19 dari rumah sakit London dan akan dilatih untuk membedakan bau mereka dari orang yang tidak terinfeksi.

    Medical Detection Dogs optimistis karena mengaku pernah melatih anjing untuk mendeteksi kanker tertentu, penyakit Parkinson, dan malaria pada pasien. Jika penelitian kali ini juga berhasil, lembaga itu memperhitungkan kalau seekor anjing akan mampu memeriksa hingga 250 orang dalam satu jam di lokasi seperti bandara dan ruang-ruang publik. 

    Bukan hanya di Inggris, penelitian melatih kemampuan anjing-anjing dalam melacak penyakit disebut dilakukan juga oleh peneliti di Amerika Serikat dan Prancis. Di sisi lain, sejumlah kecil anjing juga diketahui telah tertular Covid-19 yang kemungkinan besar dari pemiliknya. Kasus ini sudah ditemukan di Amerika Serikat, Belanda, serta Hong Kong.

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Silang Pendapat tentang RUU PKS

    Fraksi-fraksi di DPR berbeda pendapat dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU PKS. Dianggap rumit.