Penerbang Tempur Perempuan Pertama di TNI AU Dilantik Hari Ini

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Letda Pnb Ajeng Tresna Dwi Wijayanti yang akan dilantik menjadi penerbang tempur perempuan pertama di TNI Angkatan Udara, Senin 18 Mei 2020. (ANTARA/HO-Dok Dispenau)

    Letda Pnb Ajeng Tresna Dwi Wijayanti yang akan dilantik menjadi penerbang tempur perempuan pertama di TNI Angkatan Udara, Senin 18 Mei 2020. (ANTARA/HO-Dok Dispenau)

    TEMPO.CO, Jakarta - Letda Penerbang Ajeng Tresna Dwi Wijayanti akan menjadi penerbang tempur perempuan pertama di TNI Angkatan Udara. Dia akan dilantik hari ini di Markas Besar TNI AU Cilangkap, Jakarta Timur, hari ini, Senin 18 Mei 2020.

    Pelantikan rencananya dilakukan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Yuyu Sutisna. Adapun Ajeng, 23 tahun, akan dilantik bersama 42 perwira TNI AU termasuk dua perwira wanita dan dua perwira TNI AD dalam upacara Wisuda Siswa Sekolah Penerbang (Sekbang) Angkatan ke-97 atau "Wingday" tersebut.

    Kepala Sub Dinas Penerangan Umum Angkatan Udara, Kolonel Sus Muhammad Yuris, mengatakan dalam keterangan tertulisnya bahwa upacara akan berlangsung sederhana di dua tempat. "Dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat sehubungan kondisi pandemi Covid-19," katanya.

    Di Mabes TNI AU, Marsekal Yuyu akan menyematkan wing penerbang dan menyerahkan trofi kepada dua lulusan terbaik dan satu perwakilan siswa dari TNI AD. Sedangkan wisudawan lainnya mengikuti upacara dari Wisma Adisutjipto di Yogyakarta dan terhubung melalui jaringan video jarak jauh.

    Terpilihnya Letda Pnb Ajeng Tresna ini menjadi sejarah bagi TNI khususnya TNI AU. Karena pada Wingday Sekbang-97 inilah untuk pertama kalinya TNI AU akan memiliki seorang penerbang tempur wanita atau fighter yang akan menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia.

    Seusai dilantik, perwira lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 2018 ini akan memulai pengabdiannya di Skuadron Udara 15 Wing Udara 3 Lanud Iswahjudi Magetan yang mengoperasikan pesawat tempur T50i Golden Eagle.

    Seluruh wisudawan yang sudah dilantik akan segera bergabung dengan skuadronnya masing-masing yang terdiri dari 34 penerbang pesawat fixed wing dan 10 penerbang rotary wing (helikopter). Khusus untuk penerbang tempur, akan menjalani Kursus Pengenalan Terbang Pesawat Tempur (KPTPT) di Skuadron Udara 15 sebelum menjalani masa transisi di skuadronnya masing-masing.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Silang Pendapat tentang RUU PKS

    Fraksi-fraksi di DPR berbeda pendapat dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU PKS. Dianggap rumit.