Eksekutif Disney Kevin Mayer Akan Menjadi CEO TikTok

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aplikasi TikTok. REUTERS/Danish Siddiqui/Illustration

    Aplikasi TikTok. REUTERS/Danish Siddiqui/Illustration

    TEMPO.CO, Jakarta - Eksekutif Walt Disney Co., Kevin Mayer, akan meninggalkan raksasa hiburan dan taman bermain tematik itu untuk menjadi chief executive officer di perusahaan aplikasi video populer TikTok--posisi yang gagal didapatkannya di Disney. Mayer adalah orang yang dianggap sukses dengan proyek peluncuran layanan streaming Disney+ pada November lalu.

    TikTok, yang memungkinkan penggunanya membuat video pendek dengan efek khusus, semakin populer di kalangan remaja dan menjadi trendsetter kultur dunia. Platform tersebut merupakan produk dari perusahaan teknologi yang bermarkas di Cina, ByteDance Technology Co.

    Dikutip dari laman Reuters, Selasa 19 Mei 2020, kepemilikan ByteDance oleh Cina sempat memicu kekhawatiran di Washington, Amerika Serikat, saat mencaplok aplikasi media sosial Musical.ly senilai US$ 1 miliar pada November lalu. Aplikasi media sosial berbasis video ini telah sejak sebelumnya dicurigai dalam hal perlakuannya terhadap kerahasiaan data pribadi pengguna maupun kepatuhannya terhadap agenda pemerintahan di Beijing.

    Dua senator juga bahkan telah menyodorkam rancangan undang-undang yang akan melarang pegawai pemerintahan federal di negara itu menggunakan TikTok pada telepon genggamnya. Aplikasi itu, dengan popularitasnya yang sangat tinggi, dianggap ancaman untuk keamanan nasional.

    Untuk meredakan kekhawatiran itu, ByteDance telah memisahkan TikTok dari banyak bisnisnya di Cina. Perusahaan itu juga membuat beberapa perekrutan eksekutif baru dalam beberapa bulan terakhir.

    ByteDance di antaranya menunjuk eks intellectual property chief di Microsoft, Erich Andersen, sebagai global general counsel pada Januari lalu. Sebelumnya, mereka juga 'membajak' Vanessa Pappas, eksekutif veteran di YouTube, untuk menjalankan bisnis operasi di Amerika Serikat.

    Mayer, yang telah menghasilkan lebih dari 50 juta pelanggan Disney+ dalam lima bulan, dikabarkan efektif gabung ByteDance sebagai CEO per 1 Juni mendatang. Di Disney, Mayer digantikan oleh Rebecca Campbell. Perempuan yang telah mengabdi 23 tahun itu juga akan memimpin unit media streaming yang diandalkan untuk mendorong pertumbuhan Disney di masa depan di tengah jumlah pemirsa televisi kabel yang menurun.

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.