Antibodi Pasien SARS 17 Tahun Lalu Ampuh Menghambat Covid-19

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi vaksin COVID-19 atau virus corona. REUTERS/Dado Ruvic

    Ilustrasi vaksin COVID-19 atau virus corona. REUTERS/Dado Ruvic

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa seseorang yang pulih dari SARS 17 tahun yang lalu memiliki antibodi yang kuat untuk menghambat Covid-19. Antibodi, yang dikenal sebagai S309, itu diklaim 'sangat ampuh' untuk menargetkan dan menonaktifkan protein lonjakan di SARS-CoV-2, menurut penelitian dari University of Washington, Amerika Serikat.

    Sekarang antibodi itu sedang dilacak untuk pengembangan dan pengujian di Vir Biotechnology. Salah satu penulis penelitian ini, David Veesler, mengingatkan bahwa banyak pekerjaan yang harus dilakukan sebelum S309 dapat membantu pasien Covid-19, karena penelitian ini masih di laboratorium.

    "Kami masih perlu menunjukkan bahwa antibodi ini protektif dalam sistem kehidupan, yang belum dilakukan," kata Veesler, seperti dikutip laman Fox News, Selasa, 19 Mei 2020.

    Meskipun demikian, kemampuan S309 menonaktifkan protein lonjakan SARS-CoV-2 bisa terbukti baik dengan sendirinya, atau sebagai pendekatan koktail beberapa antibodi. Para peneliti menemukan, ketika S309 dikombinasikan dengan antibodi lebih lemah yang diidentifikasi pada pasien SARS, dan diamati sejak 2004, netralisasi Covid-19 meningkat.

    Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Nature itu disebutkan, antibodi koktail termasuk S309 bersama dengan antibodi lain yang diidentifikasi semakin meningkatkan netralisasi SARS-CoV-2. Dan dapat membatasi munculnya mutan yang lolos dari netralisasi.

    "Hasil ini membuka jalan untuk menggunakan koktail antibodi yang mengandung S309 dan untuk profilaksis pada individu yang berisiko tinggi terpapar atau sebagai terapi pasca paparan untuk membatasi atau mengobati penyakit parah," tertulis dalam penelitian itu.

    Dua uji coba obat klinis (bersama dengan GlaxoSmithKline) dari versi S309 yang direkayasa secara genetika diharapkan akan mulai dilaksanakan musim panas ini.

    Chief Scientific Officer Vir, Herbert Virgin, percaya bahwa S309 kemungkinan mencakup seluruh keluarga virus corona terkait, meskipun SARS-CoV-2 terus berkembang. "Mungkin cukup sulit bagi virus untuk menjadi resisten terhadap aktivitas netralisasi S309," kata Virgin.

    Selain itu, dia menambahkan, S309 menunjukkan fungsi efektor ampuh secara in vitro, berpotensi memungkinkan antibodi terlibat dan merekrut seluruh sistem kekebalan untuk membunuh sel-sel yang sudah terinfeksi. "Kami melihat dalam model hewan dari infeksi pernapasan lain, seperti influenza, bahwa fungsi efektor secara signifikan meningkatkan aktivitas antibodi yang sudah berpotensi menetralkan," tutur Virgin.

    Hingga masa pandemi selama kurang lebih lima bulan sejak pertama kali muncul di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, belum ada obat ilmiah penyakit Covid-19, tapi sejumlah obat sedang diuji. Hingga Selasa, ada lebih dari 4,82 juta kasus virus corona yang didiagnosis di seluruh dunia, lebih dari 1,51 juta di antaranya berada di Amerika, negara yang paling terkena dampak di planet ini.

    FOX NEWS | NATURE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uang Djoko Tjandra untuk Gaya Hidup Jaksa Pinangki

    Tersangka kasus suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari diduga menerima uang banyak untuk mengurus fatwa bebas Djoko Tjandra