Peneliti Buktikan Tokek Bali Spesies Baru di Indonesia

Reporter

Spesies baru tokek Asia, Cyrtodactylus jatnai, dari Taman Nasional Bali Barat. ISTIMEWA

TEMPO.CO, Jakarta - Satu jenis baru tokek asia (Cyrtodactylus) ditemukan hidup di Taman Nasional Bali Barat. Sejak seratus tahun yang lalu, jenis tokek di Indonesia  dikenal sebagai C. fumosus atau tokek jari bengkok. Namun berdasarkan pemeriksaan mendetail ditemukan bahwa Tokek Bali atau Cyrtodactylus dari Bali tersebut setidaknya berasal dari satu jenis yang berbeda.

Hasil pemeriksaan morfologi dan contoh dari beberapa daerah biogeografi lainnya menunjukkan bahwa spesies baru tersebut lebih menyerupai C. seribuatensis dari Pulau Seribuat di Malaysia sebelah barat. Hasil studi ini sekaligus memberi bukti terbaru kalau genetika sejumlah spesies yang populasinya ada di Pulau Bali berbeda dari yang hidup di daratan Sunda Besar, sekalipun pulau itu hanya dipisahkan oleh selat yang sempit.

Penelitian tentang identifikasi spesies baru tokek Asia tersebut dimuat dalam jurnal biodiversitas Asia, Taprobanica, edisi Mei 2020 ini. Tim penelitinya menegaskan hasil studi sebelumnya tentang taksonomi Cyrtodactylus di Indonesia yang menduga spesimen asal Bali itu berbeda dari spesies yang dikira selama ini.

Studi terbaru mendokumentasikan bukti-bukti perbedaan itu lalu memberikan nama baru Cyrtodactilus jatnai, mengambil nama ahli konservasi, ekologi dan primatologi dari Universitas Indonesia, Profesor Jatna Supriatna. Jatna yang lahir di Bali, dimana spesies baru ini berasal, dikenal di kalangan konservasi internasional sebagai “the conservation warrior of Indonesia”.

C. jatnai kini tercatat sebagai satu-satunya kadal Asia yang dilaporkan dari Bali Barat dan endemik pulau wisata itu. "Kami percaya survei dan studi taksonomis yang lebih komprehensif akan memperkaya pengetahuan kita tentang biodiversitas Pulau Bali, juga perkembangan evolusi faunanya dalam relasi dengan daratan Sunda," bunyi bagian dari makalah yang ditulis dalam jurnal.

Tim peneliti yang melakukan studi itu terdiri dari, antara lain, A. A. Thasun Amarasinghe dari Pusat Riset Perubahan Iklim, Universitas Indonesia, yang juga anggota Asosiasi Herpetologi Asia. Lainnya adalah Awal Riyanto dan Mumpuni dari Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI); serta Lee L. Grismer dari Departemen Biologi, La Sierra University, Amerika Serikat. 






Fakultas Hukum Ramah Kucing di Unpad Tiru Fakultas Hukum di UI

3 jam lalu

Fakultas Hukum Ramah Kucing di Unpad Tiru Fakultas Hukum di UI

Sejauh ini, disebutkan, tidak ada keluhan atau pihak yang keberatan soal keberadaan kucing di lingkungan gedung fakultas.


RSCM dan RS UI Masuk Daftar Pusat Medis Akademik Terbaik Dunia

16 jam lalu

RSCM dan RS UI Masuk Daftar Pusat Medis Akademik Terbaik Dunia

RSCM dan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RS UI) masuk dalam World's Top Academic Health Centres versi Brand Finance 2023.


Pajero Penabrak Mahasiswa UI Ganti Warna Jadi Putih, Kitson: AKBP EkoTak Hilangkan Barang Bukti

2 hari lalu

Pajero Penabrak Mahasiswa UI Ganti Warna Jadi Putih, Kitson: AKBP EkoTak Hilangkan Barang Bukti

Surat Tanda Nomor Kendaraan atau STNK mobil penabrak mahasiswa UI itu menyebutkan warna mobil adalah putih.


UI Peringkat Teratas Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia versi Webometrics, Nomor 551 di Dunia

4 hari lalu

UI Peringkat Teratas Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia versi Webometrics, Nomor 551 di Dunia

The "Webometrics Ranking of World Universities" edisi Januari 2023 merilis UI peringkat teratas perguruan tinggi terbaik di Indonesia.


ITS Naik 50 Peringkat di Webometrics Terkini, Indikator Openness Tersignifikan

5 hari lalu

ITS Naik 50 Peringkat di Webometrics Terkini, Indikator Openness Tersignifikan

ITS masih berada di urutan tujuh nasional. Di bawah UNS dan Syiah Kuala.


Pajero Pensiunan Polisi Penabrak Mahasiswa UI yang Tewas Beda Warna saat Rekonstruksi

6 hari lalu

Pajero Pensiunan Polisi Penabrak Mahasiswa UI yang Tewas Beda Warna saat Rekonstruksi

Mobil Pajero pensiunan Polri dalam insiden kecelakaan yang menewaskan mahasiswa UI berbeda warna.


Darmaningtyas Sebut Diksi Tertabrak dan Terlindas dalam Berita Kecelakaan Mahasiswa UI Kurang Tepat

8 hari lalu

Darmaningtyas Sebut Diksi Tertabrak dan Terlindas dalam Berita Kecelakaan Mahasiswa UI Kurang Tepat

Darmaningtyas menilai penggunaan diksi tertabrak dan terlindas pada kecelakaan yang menewaskan mahasiswa UI Hasya Atallah Syahputra dianggap kurang tepat.


Guru Besar Hukum Sebut Penetapan Tersangka Mahasiswa UI yang Tewas Kecelakaan Sudah Benar

8 hari lalu

Guru Besar Hukum Sebut Penetapan Tersangka Mahasiswa UI yang Tewas Kecelakaan Sudah Benar

Penetapan tersangka dalam kasus tabrakan menewaskan mahasiswa UI, Hasya Attalah Syaputra, hingga ditetapkan tersangka, sudah benar.


Kapolda Fadil Imran Putuskan Rekonstruksi Ulang Tabrakan yang Akibatkan Mahasiswa UI Tewas

8 hari lalu

Kapolda Fadil Imran Putuskan Rekonstruksi Ulang Tabrakan yang Akibatkan Mahasiswa UI Tewas

Fadil Imran, mengatakan akan melakukan rekonstruksi ulang kasus tabrakan yang menyebabkan mahasiswa UI meninggal.


Polda Metro Tetapkan Tersangka Mahasiswa UI yang Meninggal, Azas: Belajarlah dari Kasus Tabrakan Cianjur

8 hari lalu

Polda Metro Tetapkan Tersangka Mahasiswa UI yang Meninggal, Azas: Belajarlah dari Kasus Tabrakan Cianjur

Penetapan tersangka mahasiswa Universitas Indonesia atau mahasiswa UI, Hasya Attalah Syaputra, menuai banyak protes.