Dicoret dari Infrastruktur Inggris, Huawei: Tidak Masuk Akal

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Huawei. HUAWEI-USA/CAMPAIGN REUTERS/Philippe Wojazer

    Logo Huawei. HUAWEI-USA/CAMPAIGN REUTERS/Philippe Wojazer

    TEMPO.CO, Jakarta - Huawei mengaku sudah mengetahui kabar yang menyebutkan pemerintah Inggris Raya berencana mencoret mereka dari pembangunan infrastruktur.

    "Kami telah melihat laporan dari sumber yang tidak disebutkan namanya, yang tidak masuk akal," kata VP Huawei, Victor Zhang, dalam keterangan resmi, dikutip Selasa, 26 Mei 2020.

    Sebelumnya, Reuters melansir laporan dari Daily Telegraph bahwa Perdana Menteri Boris Johnson meminta keterlibatan Cina dalam pembangunan infrastruktur di Inggris perlahan dikurangi hingga menjadi nol pada 2023.

    Menurut Huawei, pemerintah Inggris Raya pada Januari lalu sudah mengeluarkan persetujuan untuk melibatkan perusahaan tersebut dalam teknologi 5G.

    "Sebagai perusahaan swasta yang 100 persen dimiliki oleh karyawannya dan telah beroperasi di Inggris selama 20 tahun, prioritas kami adalah membantu perusahaan seluler dan broadband Inggris untuk selalu terhubung, yang dalam situasi krisis kesehatan seperti pada saat ini menjadi lebih penting daripada sebelumnya," kata Zhang.

    The Times juga memberitakan Johnson sudah meminta para pegawai negeri untuk mengurangi pasokan dari Cina untuk alat medis vital dan barang impor strategis lainnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.