Scammer Pakai Telegram Jual Tutorial Menipu Pemerintah

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Telegram. Lifewire.com

    Ilustrasi Telegram. Lifewire.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Para scammer dilaporkan menggunakan aplikasi pesan Telegram untuk menjual tutorial tentang cara menipu pemerintah kepada masyarakat yang menanggung akibat pandemi Covid-19.

    Menurut blog yang menjelaskan mengenai keamanan siber KrebsOnSecurity, layanan pesan itu menjadi pilihan karena memiliki sistem enkripsi end-to-end.

    Pakar keamanan siber Brian Krebs, yang juga pemilik KrebsOnSecurity merinci berbagai forum dan saluran di Telegram yang ditujukan untuk mengajar orang lain tentang cara memanfaatkan skema penipuan yang menargetkan pemerintah di berbagai negara bagian Amerika. Tutorialnya dijual seharga US$ 50 dalam bentuk Bitcoin, cryptocurrency populer.

    Isi kontennya adalah menginstruksikan calon scammer tentang bagaimana menghindari tertangkap selain berbagai metode menyedot uang dari pemerintah secara ilegal, demikian dikutip laman Daily Mail, Rabu, 27 Mein2020.

    Menurut ahli penipuan yang berbicara kepada KrebsOnSecurity secara anonim, penipuan telah menjadi cukup populer karena negara memiliki beberapa langkah untuk mengeluarkan pembayaran yang mencurigakan.

    Bahkan beberapa lembaga negara tidak memiliki kemampuan untuk mengenali kapan pembayaran dilakukan ke rekening bank yang sama, bahkan ketika klaim pengangguran dibuat dari orang yang menggunakan alamat IP yang sama. 

    Terkadang, KrebsOnSecurity melaporkan, pembayaran bahkan dilakukan ke akun yang tidak cocok dengan nama penerima. "Yang paling parah adalah negara bagian yang tidak menanyakan di mana Anda bekerja," ujar penyelidik itu kepada KrebsOnSecurity. 

    Biasanya, pemerintah atau lembaga memiliki seluruh daftar pertanyaan tentang siapa atasan yang melakukan transaksi sebelumnya, dan harus menunjukkan bahwa orang itu berusaha mencari pekerjaan. "Tetapi sekarang karena pandemi, tidak ada persyaratan seperti itu," kata dia.

    Forum-forum itu sedang diselidiki Secret Sevice, yang diduga peretas Nigeria. Dugaan lainnya adalah peretas itu menggunakan identitas yang dicuri dari ratusan juta dolar pembayar pajak yang dimaksudkan untuk membantu orang Amerika yang menganggur. 

    DAILY MAIL | KREBS ON SECURITY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.