LIPI Kembangkan Alat Sterilisasi Ruangan Si-SUSan

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di bus Transjakarta usai menjemput petugas medis dari RSUD Pasar Minggu di Hotel Grand Cempaka Bisnis, Jakarta, Sabtu, 28 Maret 2020. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan tempat tinggal dan transportasi untuk tenaga medis dan kesehatan yang menangani pandemi virus corona atau COVID-19. ANTARA

    Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di bus Transjakarta usai menjemput petugas medis dari RSUD Pasar Minggu di Hotel Grand Cempaka Bisnis, Jakarta, Sabtu, 28 Maret 2020. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan tempat tinggal dan transportasi untuk tenaga medis dan kesehatan yang menangani pandemi virus corona atau COVID-19. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI menciptakan Si-SUSan (Simple- Smart UV-C Sanitizer). Ini adalah alat sterilisasi atau disinfeksi ruangan dari virus dan bakteri seperti virus corona. Si-SUSan menggunakan sinar ultraviolet UV-C yang dikendalikan secara cerdas melalui gawai.

    "Si-SUSan dikembangkan dengan sangat sederhana, portabel, dan murah sehingga dapat digunakan oleh rumah tangga, klinik atau puskesmas, kantor, sekolah, dan lain-lain," kata penelitinya, Yusuf Nur Wijayanto, dari Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi LIPI dalam webinar 'Talk to Scientists: Bekerja di Masa Pandemi', Jakarta, Jumat 29 Mei 2020.

    Yusuf menuturkan Si-SUSan memancarkan sinar UV-C untuk menyinari langsung permukaan benda di ruangan. Alat ini diklaim sebagai solusi dari kebutuhan sterilisasi secara berkala area tempat berkumpulnya banyak orang seperti gedung perkantoran, sekolah, puskesmas dan rumah sakit. Si-SUSan juga dapat dimanfaatkan untuk membersihkan dokumen perkantoran, uang, dan peralatan.

    Si-SUSan juga dilengkapi sensor keamanan dari aktivitas manusia di sekitarnya. "Jika ada orang berada di sekitar Si-SUSan maka secara otomatis alat tersebut tidak aktif atau tidak memancarkan sinar UV-C sehingga menjamin keamanan orang tersebut."

    Yusuf menambahkan, kemampuan Si-SUSan masih akan terus ditingkatkan ke depannya dari yang saat ini yang dapat mengatur beberapa parameter seperti lama dan radius penyinaran melalui pengoperasian di aplikasi Android. Dia dapat dikendalikan dari jarak jauh dengan menghubungkannya pada gawai melalui bluetooth. 

    "Alat ini bisa dikendalikan dari jarak jauh, jadi kita sebagai operator aman dari UV-C yang bisa mengakibatkan kanker jika terpapar lama," katanya sambil menambahkan, uji sertifikasi dengan menggunakan IEC 60601-1 akan dilakukan pada Si-SUSan di Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan Kementerian Kesehatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ekspor Benih Lobster, dari Susi Pudjiastuti hingga Edhy Prabowo

    Kronologi ekspor benih lobster dibuka kembali oleh Edhy Prabowo melalui peraturan menteri yang mencabut larangan yang dibuat Susi Pudjiastuti.