TikTok Diduga Langgar Privasi, Demokrat AS Desak Penyelidikan

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tik Tok Gandeng Innity Memperluas Pangsa Pasar di 22 Negara.

    Tik Tok Gandeng Innity Memperluas Pangsa Pasar di 22 Negara.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak empat belas anggota Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat dari Partai Demokrat menulis surat kepada Federal Trade Commission (FTC) yang berisi desakan untuk menyelidiki aplikasi video pendek TikTok. Alasannya, aplikasi asal Cina itu dianggap mengabaikan keputusan persetujuan terkait dengan privasi anak.

    Dalam surat itu tertulis, TikTok telah melakukan pengabaian terang-terangan atas keputusan persetujuan dan bisa menjadi contoh situs web lain yang gagal mematuhi penyelesaian yang dibuat dengan agensi. "Sehingga melemahkan perlindungan untuk semua orang Amerika," tulis surat itu, seperti dikutip laman Reuters, Kamis, 28 Mei 2020.

    Surat itu dari anggota Komite Energi dan Perdagangan, yang mengawasi pekerjaan FTC tentang privasi, menyusul tuduhan oleh Pusat Demokrasi Digital, Kampanye untuk Commercial-Free Childhood dan yang lainnya menyatakan bahwa TikTok gagal untuk membatasi video yang dibuat oleh anak-anak di bawah usia 13 dan melanggar perjanjian persetujuan 2019 dengan FTC.

    Sementara, Juru Bicara TikTok, Hilary McQuaide, mengatakan layanannya menangani masalah keselamatan dengan serius untuk semua pengguna TikTok. "Dan kami terus memperkuat perlindungan kami dan memperkenalkan langkah-langkah baru untuk melindungi kaum muda di aplikasi," ujar McQuaide.

    Bulan lalu, aplikasi populer tersebut mengenalkan Family Pairing, sebuah fitur yang memberi orang tua kendali atas akun remaja. Sehingga anak-anak di bawah 13 tahun telah dibatasi pengalaman bermainnya.

    Anggota parlemen itu mengatakan kegagalan TikTok mematuhi persetujuan membuatnya melanggar Undang-Undang Perlindungan Privasi Daring Anak-anak, atau COPPA. Penggunaan TikTok meledak karena lebih banyak orang tinggal di rumah yang disebabkan pandemi Covid-19, yang menewaskan lebih dari 100.000 orang di Amerika Serikat.

    Surat itu ditandatangani oleh Perwakilan Demokrat Jan Schakowsky, Ann McLane Kuster, Anna Eshoo, Bobby Rush, Diana DeGette, Doris Matsui, Kathy Castor, Peter Welch, Yvette Clarke, Scott Peters, Eliot Engel, Jerry McNerney, Nanette Diaz Barragan dan Lisa Blunt Rochester.

    Awal bulan ini, dua orang Republikan di komite yang sama juga menulis surat kepada TikTok untuk mendesak agar informasi tentang kemungkinan penggunaan data secara ilegal tentang anak-anak dan hubungan dengan pemerintah Cina. Surat itu ditujukan kepada Zhang Yiming, pendiri dan CEO pemilik TikTok, ByteDance.

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ekspor Benih Lobster, dari Susi Pudjiastuti hingga Edhy Prabowo

    Kronologi ekspor benih lobster dibuka kembali oleh Edhy Prabowo melalui peraturan menteri yang mencabut larangan yang dibuat Susi Pudjiastuti.