Komputer Dipakai Bareng, LTMPT: Peserta UTBK Pakai Masker

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta UTBK 2019. (FOTO: ANTARA)

    Peserta UTBK 2019. (FOTO: ANTARA)

    TEMPO.CO, Jakarta - Para calon mahasiswa baru peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) diingatkan untuk menggunakan pelindung wajah dan masker saat pelaksanaan ujian 5-12 Juli mendatang. Langkah antisipasi penularan penyakit virus corona 2019 atau Covid-19 itu dianggap penting karena akan ada empat gelombang peserta ujian dalam sehari. 

    "Kami sarankan untuk menggunakan pelindung wajah dan masker tersebut karena komputer itu digunakan empat kali ujian dalam sehari," ujar Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Mohammad Nasih dalam sosialisasi UTBK secara daring di Jakarta, Ahad 31 Mei 2020.

    Nasih juga meminta peserta untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 selama dan setelah pelaksanaan UTBK. Jika ada peserta yang tidak mematuhi protokol kesehatan, dikhawatirkan berdampak pada pelaksanaan UTBK. "Situasi saat ini tidak normal. Mohon kerja sama semua pihak untuk memperlancar semua proses," katanya.

    Menurut Nasih, LTMPT berusaha untuk menyelenggarakan ujian secara adil dan transparan. Dia memperkirakan sedikitnya satu juta orang akan mengikuti UTBK untuk kuota 150 ribu kursi di perguruan tinggi negeri yang tersedia. "Artinya soal UTBK sedemikian rupa, sehingga mampu membedakan mana yang layak dan tidak," kata Nasih.

    UTBK akan diselenggarakan di 74 PTN. Pendaftaran UTBK akan dimulai pada 2 hingga 20 Juni 2020. Sedangkan UTBK akan diselenggarakan pada 5-12 Juli mendatang dan hasilnya diumumkan pada 25 Juli 2020.

    Berbeda dengan tahun sebelumnya, pendaftaran UTBK pada tahun ini dibuka bersamaan dengan pendaftaran Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN). Sebelumnya, dilakukan tidak bersamaan dan menunggu nilai UTBK baru kemudian digunakan untuk mendaftar SBMPTN.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.