Ramai Demo George Floyd, Game Call of Duty Sisir Pengguna Rasis

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah orang melihat demonstrasi game

    Sejumlah orang melihat demonstrasi game "Call of Duty" di booth Activision dalam Electronic Entertainment Expo, di Los Angeles, California, Selasa (11/6). REUTERS/David McNee

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembuat Game Call of Duty, Infinity Ward, mengumumkan akan mengeluarkan lebih banyak larangan untuk pengguna yang rasis. Mereka menjanjikan mengambil lebih banyak langkah untuk memantau konten rasis dalam permainan di masa depan.

    "Tidak ada tempat untuk konten rasis di game kami. Kami mengeluarkan ribuan larangan setiap harinya untuk penggunaan nama yang rasis atau berorientasi pada kebencian," kata Infinity Ward dalam cuitan.

    Infinity Ward berjanji mengeluarkan lebih banyak larangan untuk nama pengguna yang rasis. Mereka juga menyatakan mencari cara untuk menyaring konten rasis dan melarang pemain untuk melakukan itu.

    Langkah ini hadir setelah pengguna Reddit melapor kepada Infinity Ward melalui video dan menunjukkan lusinan nama akun menggunakan kata-kata rasisme. Pemain menggunakan simbol untuk mengakali filter yang ada.

    Pengawasan ini menjadi sorotan di tengah-tengah protes seputar kematian George Floyd. Pria kulit hitam ini meninggal dalam tahanan polisi setelah proses penangkapannya--yang terekam video dan viral--menuai kecaman luas.

    Kejadian tersebut juga membuat perusahaan game lain menyatakan dukungan donasi untuk gerakan inisiatif Black Lives Matter, dan berjanji untuk mendorong diversifikasi di industri game.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.