Covid-19: Startup Jepang Bikin Robot Tenaga Kerja Multifungsi

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Staf Mira Robotics mengubah bagian dari robot avatar Ugo di laboratorium perusahaan di Kawasaki, Jepang, 8 Juni 2020. Kredit: REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    Staf Mira Robotics mengubah bagian dari robot avatar Ugo di laboratorium perusahaan di Kawasaki, Jepang, 8 Juni 2020. Kredit: REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    TEMPO.CO, Jakarta - Startup asal Jepang, Mira Robotics, mengembangkan robot untuk memperkuat tenaga kerja di tengah pandemi virus corona Covid-19. Robot yang dijuluki Ugo ini bisa dikerahkan sebagai penjaga keamanan, melakukan inspeksi peralatan dan membersihkan toilet atau area lain di gedung-gedung perkantoran.

    CEO Mira Robotics Ken Matsui menerangkan, virus corona telah menciptakan kebutuhan akan robot, karena dapat mengurangi kontak langsung antar manusia. "Bahkan kami sudah mendapat pertanyaan dari luar negeri, termasuk dari Singapura dan Prancis," ujar dia, seperti dikutip laman Reuter, Selasa, 9 Juni 2020.

    Penurunan populasi yang belum pernah terjadi sebelumnya menyusutkan tenaga kerja Jepang dengan jumlah lebih dari setengah juta orang per tahun. Ditambah dengan keengganan membawa tenaga kerja asing untuk mengisi posisi kosong telah memacu pengembangan robot di Jepang.

    Ugo merupakan sepasang lengan robot yang dapat disesuaikan tingginya dan dengan bodi yang dipasangi roda. Robot bisa dioperasikan dari jarak jauh melalui koneksi nirkabel, seperti laptop dan pengontrol permainan. Tangan pada robot itu dibekali teknologi sinar ultraviolet untuk membunuh virus pada gagang pintu.

    Selain itu, robot juga dipasang laser pengukur jarak untuk membantu navigasi, sementara panel di bagian atas menampilkan mata untuk memberikan penampilan yang lebih ramah. "Untuk mempelajari robot ini hanya dibutuhkan waktu sekitar 30 menit, dengan setiap operator mampu mengendalikan sebanyak empat mesin," kata Matsui.

    Mira Robotics kini baru bisa menyewakan Ugo dengan biaya sekitar US$ 1.000 (Rp 14 jutaan) per bulan. Startup berusia dua tahun itu sejauh ini hanya memiliki satu ugo yang beroperasi di gedung perkantoran di Tokyo, Jepang.

    REUTERS | MIRA ROBOTICS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ekspor Benih Lobster, dari Susi Pudjiastuti hingga Edhy Prabowo

    Kronologi ekspor benih lobster dibuka kembali oleh Edhy Prabowo melalui peraturan menteri yang mencabut larangan yang dibuat Susi Pudjiastuti.