UTBK Jawa Barat Lancar, Gugus Tugas Akan Gelar Tes Cepat Acak

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta mengenakan masker saat mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di SMA Negeri 5 Bandung, Jawa Barat, Ahad, 5 Juli 2020. Peserta UTBK diwajibkan mematuhi protokol kesehatan selama mengikuti ujian. TEMPO/Prima mulia

    Peserta mengenakan masker saat mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di SMA Negeri 5 Bandung, Jawa Barat, Ahad, 5 Juli 2020. Peserta UTBK diwajibkan mematuhi protokol kesehatan selama mengikuti ujian. TEMPO/Prima mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Barat (Jabar) menyatakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 berjalan lancar sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan.

    "Untuk UTBK SBMPTN 2020 di Jabar sudah digelar sejak Sabtu lalu. Secara keseluruhan saya belum mendapatkan laporan. Dan berdasarkan pemantauan Ibu Asda Satu Pemprov Jabar yang langsung meninjau pelaksanaan UTB di UPI, proses UTBK berjalan lancar," kata Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jabar, Daud Achmad, di Gedung Sate Kota Bandung, Senin, 6 Juli 2020.

    Jumlah mahasiswa yang mengikuti UTBK SBMPTN sebanyak 80.792 peserta di tujuh perguruan tinggi negeri (PTN).

    Ketujuh perguruan tinggi negeri itu adalah Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Universitas Siliwangi (Unsil), dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.

    Daud mengatakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jabar terus memantau pelaksanaan UTBK di wilayah Jabar dan rencananya mulai Selasa, Gugus Tugas akan melaksanakan rapid test secara acak di beberapa tempat yang menggelar UTBK.

    Ia mengatakan panitia pelaksanaan UTBK sudah melaksanakan protokol kesehatan seperti ketika akan masuk ruangan UTBK antreannya berjarak, kemudian sarana dan prasarana pun, termasuk alat kesehatan sudah disiapkan.

    "Jika di UPI kemarin ada seorang yang sakit jantung, dengan penanganan khusus ia bisa mengikuti UTBK. Sementara ada satu orang yang demam di atas 37 derajat, maka ia tidak diizinkan untuk mengikuti tes dan disarankan untuk tes di gelombang kedua pada 29 Juli nanti,” ujar Daud.

    Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil atau Kang Emil mengatakan calon mahasiswa yang akan mengikuti UTBK SBMPTN di tujuh perguruan tinggi negeri yang ada di Provinsi Jabar harus benar-benar warga yang berdomisili di Jabar.

    Untuk calon lulusan SMA/SMK sederajat tersebut yang bukan warga Jabar sudah diarahkan untuk mengikuti tes di universitas atau perguruan tinggi negeri terdekat.

    "Kami mencermati isu baru, yakni testing calon mahasiswa ke perguruan tinggi negeri. Sudah ada keputusannya bawah mereka yang akan ikut tes secara fisik harus warga Jabar. Yang di luar Jabar sudah kita arahkan untuk mengikuti tes di universitas terdekat dengan kota/kabupatennya," kata Emil.

    Keputusan itu diberlakukan, kata Emil, karena ia tidak ingin ada kasus impor Covid-19 di Jabar karena di Cirebon ditemukan kasus Covid-19 yang berasal dari kasus impor dari daerah yang menjadi episentrum zona merah dari provinsi lain.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Meredakan Sakit Gigi Dengan Bahan Alami

    Rasa nyeri yang menusuk dari sakit gigi sangat menyiksa. Namun hal tersebut bisa diatasi dengan bahan-bahan alami yang dapat diperoleh dengan mudah.