6 Bulan Wabah Virus Corona, 5 Misteri Besar Belum Terjawab

Reporter

Ilustrasi Virus Corona (123rf.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Sejak kemunculannya terdeteksi pertama di Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019, virus corona jenis baru penyebab pneumonia akut telah menginfeksi 12 juta orang di dunia. Sebanyak hampir 550 ribu di antaranya meninggal. Angka-angka itu dipastikan bisa terus bertambah karena kurva epidemiologis penyakit tersebut di banyak negara belum juga mencapai puncak—untuk kemudian bergerak turun.

Berkembang menjadi pandemi, dampak dari penularan penyakit ini telah memukul seluruh sektor kehidupan hingga melahirkan adaptasi atas krisis yakni 'new normal'. Krisis kesehatan yang merambat ke ekonomi itu memicu revolusi penelitian dengan para ilmuwan dan dokter berkejaran dengan waktu untuk memahami SARS-CoV-2, nama yang diberikan untuk virus itu, dan Coronavirus Disease 2019, nama penyakit yang disebabkannya. 

Sejumlah gejala dan cara penularannya dilacak. Juga beragam uji klinis obat serta kandidat vaksinnya dilakukan. Semua dirasa masih berkembang karena setiap hal baru yang ditemukan dari virus ini malah memunculkan lebih banyak pertanyaan yang lain.

Enam bulan setelah kemunculannya, atau empat bulan usia status pandemi yang telah ditetapkan, berikut ini lima pertanyaan besar yang belum mampu dijawab para ilmuwan dikutip dari jurnal ilmiah Nature, 

1. Kenapa Pengalaman Tiap Orang Berbeda Begitu Terinfeksi? 

Aspek pertama yang paling mencolok dari Covid-19 adalah perbedaan nyata pengalaman orang-orang yang terinfeksi penyakit ini. Beberapa tidak mengalami gejala, ada yang terlihat sehat, hingga memiliki pneumonia yang fatal. “Perbedaan dalam hasil klinisnya sangat dramatis,” kata Kári Stefánsson, ahli genetika dan kepala eksekutif DeCODE Genetics di Reykjavik. Timnya mencari varian gen manusia yang mungkin menjelaskan perbedaan ini. 

Salah satu dari varian terletak di wilayah genom yang menentukan golongan darah ABO, dan masih banyak faktor genetika lainnya. Tim yang dipimpin oleh Jean-Laurent Casanova, ahli imunologi di Universitas Rockefeller di New York City, sedang mencari mutasi yang memiliki peran lebih besar. Mereka menyisir genom penuh dari orang-orang sehat di bawah usia 50 tahun yang pernah terinfeksi parah. 

Pada kasus kerentanan ekstrem terhadap infeksi lain, seperti tuberkulosis dan virus Epstein-Barr, patogen ringan yang menyebabkan penyakit kritis, sering ditemukan mutasi dalam satu gen. Casanova yakin bahwa hal yang sama juga terjadi pada Covid-19






8 Lokasi Vaksinasi Covid-19 Dosis 1-4 di DKI Jakarta Selama Desember 2022

12 jam lalu

8 Lokasi Vaksinasi Covid-19 Dosis 1-4 di DKI Jakarta Selama Desember 2022

Berikut daftar lokasi vaksinasi Covid-19 di DKI Jakarta. Melayani vaksin dosis pertama hingga dosis keempat, khsusu tenaga kesahatan.


Formula 1 Cina 2023 Dibatalkan Lagi, Apa Penyebabnya?

23 jam lalu

Formula 1 Cina 2023 Dibatalkan Lagi, Apa Penyebabnya?

Grand Prix Formula 1 Cina dipastikan tidak akan masuk dalam agenda F1 2023. Apa penyebabnya? Simak selengkapnya di artikel ini!


WHO: Kesenjangan Strategi Atasi Covid-19 Lahirkan Varian Baru

1 hari lalu

WHO: Kesenjangan Strategi Atasi Covid-19 Lahirkan Varian Baru

Kesenjangan dalam strategi mengatasi Covid-19 tahun ini terus menciptakan kondisi sempurna bagi munculnya varian baru yang mematikan


Kemenkes Ungkap Tren Kematian Covid-19 Masih Naik, Vaksinasi Terus Digenjot

1 hari lalu

Kemenkes Ungkap Tren Kematian Covid-19 Masih Naik, Vaksinasi Terus Digenjot

Juru Bicara Kemenkes Muhammad Syahril mengungkapkan Indonesia masih berada di Level 1 transmisi Komunitas Covid-19.


Antisipasi Lonjakan Kasus XBB Jelang Liburan Natal, Kemenkes Ingatkan Warga Patuhi Prokes

1 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Kasus XBB Jelang Liburan Natal, Kemenkes Ingatkan Warga Patuhi Prokes

Pengendalian varian XBB dilakukan melalui disiplinnya protokol kesehatan dan juga dengan vaksinasi lengkap


Kemenkes Geser Prioritas Kerja dari Penanganan Covid-19 ke Peningkatan Layanan Kesehatan

2 hari lalu

Kemenkes Geser Prioritas Kerja dari Penanganan Covid-19 ke Peningkatan Layanan Kesehatan

Salah satu fous itu adalah Kemenkes akan melakukan restrukturisasi rumah sakit di seluruh Indonesia. Tujuannya untuk meningkatkan layanan kesehatan.


Pasien COVID-19 di China Boleh Karantina di Rumah dengan Syarat

3 hari lalu

Pasien COVID-19 di China Boleh Karantina di Rumah dengan Syarat

China akan mengizinkan kasus positif COVID-19 menjalani karantina di rumah dengan syarat tertentu


Protes Aturan Covid-19 di Cina Menyebar ke Luar Negeri

3 hari lalu

Protes Aturan Covid-19 di Cina Menyebar ke Luar Negeri

Warga Cina yang menetap di Sydney hingga Toronto ikut melakukan aksi protes terhadap aturan Covid-19 dengan menyerukan Cina yang bebas


Produksi Mazda di Jepang Diklaim Aman Meski Ada Penguncian Covid-19 di Cina

4 hari lalu

Produksi Mazda di Jepang Diklaim Aman Meski Ada Penguncian Covid-19 di Cina

Mazda mengklaim telah memiliki persediaan suku cadang yang cukup dalam beberapa bulan ke depan.


Saat Pejabat China Diam Tercengang Ditanya Protes Covid-19

4 hari lalu

Saat Pejabat China Diam Tercengang Ditanya Protes Covid-19

Pejabat China tercengang saat ditanya oleh wartawan mengenai protes mandat ketat nol-Covid di negara itu.