6 Bulan Wabah Virus Corona, 5 Misteri Besar Belum Terjawab

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Virus Corona (123rf.com)

    Ilustrasi Virus Corona (123rf.com)

    4. Bagaimana Vaksin Bisa Bekerja? 

    Vaksin yang efekif mungkin adalah satu-satunya jalan keluar dari pandemi. Ada sekitar 200 kandidat vaksin yang dikembangkan di seluruh dunia, 20 diantaranya sudah memasuki tahap uji klinis. Misalnya yang dilakukan tim dari Oxford University. Petunjuk dari uji pada hewan dan uji coba manusia tahap awal adalah kadar infeksi genetik yang masih sebanding dengan yang tidak mendapat vaksin. Hal ini membuktikan bahwa vaksin hanya mencegah tahap kritis, namun tidak mencegah penyebaran virus.

    Sedangkan pada manusia, walaupun sampel masih sedikit, menunjukkan bahwa vaksin yang sama mendorong tubuh membuat antibodi penawar yang kuat dan mampu memblokir virus dari sel yang yang menginfeksi. Namun masih belum jelas apakah kadar antibodi ini cukup untuk menghentikan infeksi baru, atau berapa lama molekul ini bertahan dalam tubuh.

    Dengan banyaknya dana mengalir baik dari pemerintah maupun swasta, kemungkinan besar vaksin ini bisa hadir dalam waktu yang singkat. Dave O’Connor, ahli virologi dari Universitas Winconsin, Madison, mengungkapkan bahwa vaksin yang diciptakan mungkin berguna dalam 12 hingga 18 bulan ke depan, tapi masih harus  terus dikembangkan. 

    5. Dari Mana Sebenarnya Asal Usul Virus Ini? 

    Banyak peneliti sepakat bahwa virus corona baru berasal dari kelelawar, lebih spesifiknya kelelawar tapal kuda (Rhinolophus affinis) dari Yunnan, Cina. Ini berdasarkan temuan genetik 96% identik dengan SARS-CoV-2. Tetapi penelitian tidak mengecualikan kemungkinan bahwa virus itu juga bisa berasal dari kelelawar tapal kuda di negara-negara tetangga termasuk Myanmar, Laos, dan Vietnam.

    Perbedaan 4% genom mewakili evolusi yang berlangsung selama beberapa dekade. Berarti, virus ini sudah menyebar beberapa kali antar hewan sebelum masuk ke dalam tubuh manusia. Salah satunya adalah trenggiling.

    Untuk benar-benar melacak perjalanan virus sampai ke manusia, ilmuwan harus menemukan hewan yang menjadi inang dari virus itu dengan kemiripan genom 99% dari SARS-CoV-2. Hal ini adalah prospek yang sangat rumit karena faktanya virus ini sudah menyebar diantara orang-orang, dan mungkin sudah menyebar ke hewan lain seperti anjing dan kucing.

    FERDINAND ANDRE | ZW | NATURE


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.