Ahli Bedah Tulang Belakang: Pandemi Covid-19 Pengaruhi Postur

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama mengerjakan tugas yang diberikan guru dari rumahnya di Jakarta Selatan, Selasa, 16 Juni 2020. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim telah mengumumkam tahun ajaran baru 2020/2021 akan tetap dimulai pada Juli 2020 mendatang dengan keputusan untuk daerah dengan zona kuning, oranye, dan merah dengan presentase 94% peserta didik baru dilarang untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka di satuan pendidikannya atau tetap belajar dari rumah, sedangan untuk zona hijau dengan presentase 6% peserta didik baru diperkenankan untuk melakukan pembelajaran tatap muka dengan tetap harus memenuhi banyak persyaratan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama mengerjakan tugas yang diberikan guru dari rumahnya di Jakarta Selatan, Selasa, 16 Juni 2020. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim telah mengumumkam tahun ajaran baru 2020/2021 akan tetap dimulai pada Juli 2020 mendatang dengan keputusan untuk daerah dengan zona kuning, oranye, dan merah dengan presentase 94% peserta didik baru dilarang untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka di satuan pendidikannya atau tetap belajar dari rumah, sedangan untuk zona hijau dengan presentase 6% peserta didik baru diperkenankan untuk melakukan pembelajaran tatap muka dengan tetap harus memenuhi banyak persyaratan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi virus corona Covid-19 membuat banyak kantor ditutup dan mengalihkan karyawan untuk melakukan aktivitas di rumah. Seorang ahli bedah tulang belakang dan leher, Rahul Shah, baru-baru ini mencatat bahwa perubahan rutin dan pengaturan ruang kerja selama pandemi menghasilkan perubahan postur tubuh bagi banyak orang.

    Dokter yang bermitra dengan Associate Ortopedi Premier di New Jersey itu menerangkan, menggunakan laptop sambil membungkuk dan duduk di sofa atau tempat tidur dapat menciptakan peluang untuk cedera. "Perubahan postur tubuh cenderung menyebabkan iritasi kecil atau cedera karena otot cepat lelah dengan cara yang tidak proporsional," ujar dia, seperti dikutip Fox News, 11 Juli 2020.

    Postur adalah kondisi yang dinamis, artinya semua orang memiliki yang berbeda ketika duduk, berdiri dan berbaring. Interaksi otot, arsitektur tipe tubuh seseorang dan kemungkinan cedera yang berkelanjutan selama bertahun-tahun membuat beberapa orang lebih rentan terhadap masalah leher atau masalah punggung daripada yang lain.

    Namun, dia menambahkan, jangan khawatir, karena ada solusi sederhana untuk mencegah cedera yaitu mengencangkan bantal ke kursi di rumah untuk meniru pengaturan tempat kerja seperti biasa. "Berusahalah menjembatani kesenjangan sehingga Anda bisa meniru lebih banyak dari lingkungan dan sehari-hari Anda sehingga mereka tetap selaras satu sama lain," kata Shah menyarankan.

    Selain itu, Shah berujar, pastikan ketinggian kursi dan komputer berada pada tingkat yang wajar, dan duduk dengan kepala diposisikan di atas panggul. "Untuk memastikan kepala tetap relatif sesuai dengan panggul Anda, coba gulung bahu dan leher Anda ke depan ke posisi membungkuk, kemudian perlahan tarik kepala dan bahu Anda ke posisi duduk tegak," tutur Shah.

    Selain itu, olah raga yang berkualitas juga dapat membangun stamina dan melemaskan otot-otot. Secara umum, kombinasi berjalan, mencapai 60 persen hingga 70 persen dari detak jantung target dan mempertahankannya selama sekitar 30 menit, tiga kali per minggu, dapat benar-benar memicu otot.

    "Aturan praktis lain yang baik adalah meregangkan otot-otot di sekitar pinggul dan kaki untuk membantu mereka mendapatkan efek penuh," katanya.

    Postur tidak selalu membedakan berdasarkan usia. Sejumlah faktor seperti persyaratan kerja, perubahan lingkungan serta usia berkontribusi pada postur keseluruhan. "Akhirnya, bayangkan postur seperti sendok es krim di atas sebuah kerucut. Dengan cara yang sama, kepala harus sejajar dengan panggul untuk postur optimal," ujar Shah.

    FOX NEWS 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.