Xiaomi Rilis Redmi 9A dan 9C Secara Global, Ini Harga dan Speknya

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Redmi 9A dan Redmi 9C. Kredit: Gizmochina

    Redmi 9A dan Redmi 9C. Kredit: Gizmochina

    TEMPO.CO, Jakarta -  Xiaomi mengadakan peluncuran produk utama yang merupakan tanda memulai debut global produk ekosistem terbarunya. Di samping Mi Electric Scooters, monitor gaming, Mi TV stick, dan aksesoris pintar lainnya, perusahaan asal Cina itu juga mengumumkan smartphone Redmi 9A dan 9C.

    Smartphone tersebut merupakan ponsel entry level, bagian dari seri Redmi 9. Redmi 9A memiliki layar LCD berukuran 6,53 inci dengan resolusi HD+, dengan notch berbentuk tetesan air untuk kamera depan 5 MP. Sementara kamera belakang menampung sensor tunggal 13 MP dan lampu flash LED.

    Xiaomi membekali Redmi 9A dengan chipset MediaTek Helio G25 yang dipasangkan dengan RAM 2 GB dan penyimpanan 32 GB yang dapat diupgrade. Baterainya berdaya 5.000 mAh dan mengisi daya melalui micro USB. 

    Ponsel itu sudah menjalankan sistem operasi Android 10 dengan MIUI 12. Redmi 9A hadir dalam tiga varian warna, yakni abu-abu, hijau dan biru, untuk ketersediaan masih belum diketahui. 9A adalah entri paling terjangkau di seri Redmi 9 dengan harga awal  99 Euro (Rp 1,65 juta).

    Sementara Redmi 9C memiliki layar yang sama berukuran 6,53 inci, dengan kamera depan 5 MP. Xiaomi membekali Redmi 9C dengan chipset MediaTek Helio G35.

    Dari segi baterai, Redmi 9C juga dibekali dengan daya 5.000 mAh dan port pengisian micro USB. Sisi perangkat lunaknya menggunakan MIUI 12 berbasis Android 10, dengan pilihan warna abu-abu, oranye dan biru.

    Redmi 9C hadir dengan dua kamera 13 MP dan 2 MP untuk pemotretan makro. Untuk Redmi 9C akan dijual seharga 119 Euro (setara Rp 1,9 juta) varian RAM 2 GB/32GB dan 139 Euro (setara Rp 2,3 juta) untuk RAM 3 GB/64 GB. 

    GSM ARENA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.