Bahaya Radiasi Ultraviolet

Reporter

Editor


TEMPO Interaktif, Jakarta:Tak ada kulit cokelat yang aman bila disebabkan oleh radiasi ultraviolet (UV). Begitulah kesimpulan serangkaian paper yang dipublikasikan dalam Pigment Cell & Melanoma Research edisi Oktober, jurnal resmi International Federation of Pigment Cell Societies (IFPCS) dan Society for Melanoma Research.
Para peneliti terkemuka dalam bidang biologi sel, dermatologi, dan epidemiologi yang menulis laporan tersebut telah memeriksa efek radiasi UV pada kulit, termasuk radiasi dari bilik-bilik pencokelat kulit dalam ruangan. Selain menekankan perlunya riset lebih dalam tentang radiasi UV, mereka meminta agar penggunaan bilik pencokelat kulit terlarang bagi orang di bawah 18 tahun, termasuk melarang semua publikasi yang mengklaim tanning bed aman.
Paparan radiasi UV, misalnya dari aktivitas berjemur di bawah teriknya matahari atau memakai bilik tidur yang diberi lampu-lampu UV, mempengaruhi kulit dalam sejumlah cara, termasuk menyebabkan kerusakan DNA, photoaging (kerusakan kulit karena paparan sinar matahari yang kronis) dan kanker kulit. Radiasi UV adalah karsinogen atau agen penyebab kanker yang paling sering ditemukan pada manusia, dan kulit adalah organ yang paling umum terserang kanker.
Meski penelitian lebih lanjut masih diperlukan, data menunjukkan bahwa bilik pencokelat kulit, yang paling banyak digunakan oleh perempuan muda, terkait dengan peningkatan risiko melanoma, bentuk kanker kulit terganas. Hal ini tentu bertentangan dengan gagasan bahwa tanning bed aman.
David E. Fisher, dermatologis dan Presiden Society of Melanoma Research, yang menulis salah satu makalah itu, telah mengeksplorasi isu sosial dan mekanisme molekuler yang berhubungan dengan pencokelatan kulit memakai paparan UV. Dalam riset yang dibantu sejumlah ilmuwan dari Massachusetts General Hospital, Boston, Fisher melaporkan bahwa pencokelatan kulit dan kanker kulit tampaknya diawali kejadian yang sama, yaitu kerusakan DNA yang disebabkan oleh paparan UV. "Sehingga kami berpendapat bahwa kulit cokelat yang aman dengan UV mustahil secara fisik," kata Fisher.
Fisher menyatakan paparan radiasi UV adalah salah satu penyebab risiko kanker dan kematian yang tak dapat dihindari. "Meski genetik dan faktor lain tidak diragukan juga berkontribusi pada risiko kanker kulit, peran UV tidak dapat diperdebatkan lagi," kata Fisher. "Upaya untuk membingungkan publik, terutama untuk tujuan ekonomi yang dilakukan industri indoor tanning, harus diperangi demi kesehatan masyarakat."
Dua paper lain ditulis oleh Marianne Berwick, epidemiologis dari University of New Mexico Cancer Research and Treatment Center, dan Dorothy C Bennett, dermatologis dari Division of Basic Medical Sciences, St George's, University of London, Inggris.

SCIENCEDAILY | TJANDRA






Riset Ungkap Hubungan Gempa Sesar Garsela dan Gempa Samudra Hindia

20 jam lalu

Riset Ungkap Hubungan Gempa Sesar Garsela dan Gempa Samudra Hindia

Tim peneliti meyakini gempa dari Sesar Garsela yang berada di darat berhubungan dengan gempa di Samudra Hindia selatan Garut.


BRIN Gelar Program Akuisisi Pengetahuan Lokal dengan Beli Lepas

5 hari lalu

BRIN Gelar Program Akuisisi Pengetahuan Lokal dengan Beli Lepas

Untuk mendukung Program Akuisisi Pengetahuan Lokal, BRIN akan membeli lepas


Dana Riset BRIN Salah Sasaran

7 hari lalu

Dana Riset BRIN Salah Sasaran

Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN menggelar program Masyarakat Bertanya BRIN Menjawab (MBBM) bersama Komisi VII DPR.


Peneliti Universitas Jember Bangun Riset Sel Punca dari Jaringan Rongga Mulut

9 hari lalu

Peneliti Universitas Jember Bangun Riset Sel Punca dari Jaringan Rongga Mulut

Pemilihan rongga mulut sebagai basis riset sel punca karena lebih mudah diaplikasikan.


Setahun BRIN, Birokrasi dan Dana Riset Jadi Kendala

21 hari lalu

Setahun BRIN, Birokrasi dan Dana Riset Jadi Kendala

BRIN masih berkutat dengan masalah tata kelola infrastruktut yang dinilai birokratis dan skema pendanaan riset.


Ternyata Bukan Senin Hari Kerja Tersibuk, Lalu Apa?

34 hari lalu

Ternyata Bukan Senin Hari Kerja Tersibuk, Lalu Apa?

Berdasarkan riset yang dibuat oleh Zoom Video Communications, Inc. terungkap Senin bukan hari kerja paling sibuk dalam seminggu melainkan Selasa.


Peneliti Nanoteknologi Unpad Raih Penghargaan Inovasi Berhadiah Rp 65 Juta

36 hari lalu

Peneliti Nanoteknologi Unpad Raih Penghargaan Inovasi Berhadiah Rp 65 Juta

Unpad mengumumkan hasil penilaian itu di acara Apresiasi Inovasi di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung.


Bikin Tabung Pemantau Kondisi Air Laut, Peneliti Unpad Raih Penghargaan Inovasi

43 hari lalu

Bikin Tabung Pemantau Kondisi Air Laut, Peneliti Unpad Raih Penghargaan Inovasi

Alat buatan tim peneliti Unpad itu meraih juara pertama dan kedua di ajang Kompetisi Inovasi Jawa Barat 2022.


Riset LP3ES: Anak Muda Perkotaan Tanggapi Positif Kampanye Kesetaraan Gender

16 November 2022

Riset LP3ES: Anak Muda Perkotaan Tanggapi Positif Kampanye Kesetaraan Gender

LP3ES menyimpulkan bahwa anak muda perkotaan baik pria maupun wanita relatif merespon positif kampanye tentang kesetaraan gender.


SAFEnet Ajak Kelompok Rentan Tingkatkan Kapasitas Menghadapi Serangan Digital

13 November 2022

SAFEnet Ajak Kelompok Rentan Tingkatkan Kapasitas Menghadapi Serangan Digital

SAFEnet melihat maraknya serangan digital tidak hanya pada mereka yang bekerja di isu antikorupsi, tapi hampir di semua isu terkait HAM.