Top 3 Tekno Berita Kemarin: Uji Vaksin Covid-19, Dark Fleets Cina

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekumpulan kapal tangkap ikan ilegal asal Cina di perairan Korea yang terungkap lewat penggunaan teknologi satelit 2017-2018. GLOBAL FISHING WATCH

    Sekumpulan kapal tangkap ikan ilegal asal Cina di perairan Korea yang terungkap lewat penggunaan teknologi satelit 2017-2018. GLOBAL FISHING WATCH

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita Kamis 23 Juli 2020 dimulai dari topik tentang Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad). Mereka membuat daftar 20 jenis penyakit yang membuat seseorang tidak bisa terlibat dalam uji klinis calon vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech, Cina.

    Berita terpopuler selanjutnya masih seputar uji final vaksin dari Cina itu. Tim yang sama mengatakan bahwa tidak semua relawan di Indonesia akan disuntik calon vaksin Covid-19. Separuh dari total 1.620 orang relawan nantinya hanya akan disuntik placebo yang hanya berupa air.

    Artikel lainnya adalah cerita kolaborasi ilmuwan dari Korea Selatan, Jepang, Australia, dan Amerika Serikat menelanjangi aktivitas pencurian ikan ratusan kapal asal Cina di perairan Korea, Jepang, dan Rusia. Kapal-kapal yang tak menggunakan sistem komunikasi gelombang radio publik dan tak berbendera itu--atau dikenal dark fleets--tertangkap basah lewat penggunaan empat teknologi satelit sekaligus.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno tersebut:

    1. Pasien 20 Jenis Penyakit Tak Bisa Suntik Vaksin Covid-19 Sinovac

    Uji klinis fase 3 calon vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech, Cina, mensyaratkan relawan harus orang yang sehat. Begitu pun nantinya jika vaksin lolos uji dan dipakai secara massal.

    Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) membuat daftar 20 jenis penyakit yang membuat orang tidak bisa divaksinasi Covid-19.

    Ilustrasi vaksin COVID-19 atau virus corona. REUTERS/Dado Ruvic

    Menurut Ketua Tim Riset Kusnandi Rusmil, sementara ini pemberian vaksin Covid-19 itu ditujukan pada orang yang sehat. “Nanti kita bikin uji klinis lagi untuk orang sakit dengan penyakit tertentu, atau untuk anak-anak di bawah 18 tahun dan orang-orang di atas 59 tahun,” katanya Rabu 23 Juli 2020. Proses uji klinis untuk kalangan tersebut, menurutnya, dari awal atau nol.

    2. Separuh Relawan Uji Vaksin Covid-19 Sinovac Akan Disuntik Air

    Tidak semua relawan uji klinis calon vaksin Covid-19 Sinovac asal Cina di Indonesia akan disuntik vaksin. Separuh dari total 1.620 orang relawan nantinya hanya akan disuntik air.

    “Kita nggak tahu mana yang dapat vaksin dan nggak, baru akan tahunya setelah akhir penelitian,” kata Kusnandi Rusmil, Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad), Rabu, 23 Juli 2020.

    Tim riset akan membagi dua kelompok relawan uji klinis itu tanpa diketahui (blinding). Separuhnya akan disuntik vaksin buatan Sinovac Biotech, setengahnya lagi juga disuntik. “Tapi placebo atau bukan vaksin, hanya air (H2O) yang disuntikkan,” ujarnya.

    3. Teknologi Satelit Tangkap Basah Dark Fleets Cina di Laut Korea

    Kolaborasi ilmuwan dari Korea Selatan, Jepang, Australia, dan Amerika Serikat menelanjangi aktivitas tangkap ikan ilegal ratusan kapal asal Cina di perairan Korea, Jepang, dan Rusia. Kapal-kapal yang tak menggunakan sistem komunikasi gelombang radio publik dan tak berbendera itu tertangkap basah lewat empat teknologi satelit sekaligus.

    Satu di antara sejumlah besar kapal tangkap ikan ilegal asal Cina di perairan Korea. Mereka dikenal sebagai 'dark fleets' atau kapal-kapal yang 'ngumpet' dari sistem monitoring publik dan berhasil diungkap lewat teknologi pencitraan satelit 2017-2018. FOTO/GLOBAL FISHING WATCH

    Dipublikasikan dalam jurnal Science Advances, Kamis 23 Juli 2020, tim ilmuwan itu memberi judul hasil studinya 'Illuminating Dark Fishing Fleets in North Korea'. Isinya, temuan lebih dari 900 kapal 'dark fleets' pada studi 2017 dan sekitar 700 kapal pada studi 2018.

    Melanggar batas perairan negara, kapal-kapal itu diperhitungkan telah mengeruk lebih dari 160 ribu ton cumi-cumi terbang Pasifik senilai $ 440 juta di perairan itu pada 2017-2018. Jumlah itu setara hasil tangkapan nelayan Jepang dan Korea Selatan digabung jadi satu dalam periode yang sama.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.