Universal Studios Singapura Gunakan Teknologi Pengenalan Wajah Pengunjung

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan dari udara Universal Studios Singapore, yang berada di kawasan Sentosa Island, di Singapura, 4 Juni 2018. Pada periode penjajahan Jepang, ribuan orang dibunuh dalam operasi untuk menyapu bersih komunitas etnis Cina yang anti-Jepang. Dari sejumlah lokasi pembantaian, salah satunya adalah pantai di pulau Sentosa. REUTERS/Edgar Su

    Pemandangan dari udara Universal Studios Singapore, yang berada di kawasan Sentosa Island, di Singapura, 4 Juni 2018. Pada periode penjajahan Jepang, ribuan orang dibunuh dalam operasi untuk menyapu bersih komunitas etnis Cina yang anti-Jepang. Dari sejumlah lokasi pembantaian, salah satunya adalah pantai di pulau Sentosa. REUTERS/Edgar Su

    TEMPO.CO, Singapura - Universal Studios di Singapura menerapkan teknologi pengenalan wajah para pengunjungnya mulai bulan ini. Resorts World Sentosa (RWS) yang memiliki area luas tempat-tempat wisata, hotel, dan restoran di taman hiburan itu, mengatakan bahwa skema itu untuk membantu memperlancar akses bagi para pengunjung.

    "Pengenalan wajah menyajikan verifikasi tanpa perlu kontak tiket dan pemegang tiket, memungkinkan pelanggan kami untuk menikmati pengalaman taman kami dengan cara yang lebih efisien dan mulus," kata RWS dalam pernyataan yang dikirim melalui surat elektronik, Senin 3 Agustus 2020.

    Teknologi pengenalan wajah memungkinkan perusahaan atau pihak berwenang untuk mencocokkan orang yang fotonya tertangkap kamera dengan yang ada di pusat data. Penggunaannya telah meningkat secara global dalam beberapa tahun terakhir, menimbulkan kekhawatiran tentang pengawasan dan bagaimana data yang dikumpulkan akan digunakan.

    Singapura yang terhubung secara digital telah memulai banyak proyek yang menggunakan teknologi pemindaian ini. Termasuk skema ambisius untuk menempatkan kamera pada tiang lampu yang terhubung dengan perangkat lunak pengenalan wajah.

    Dengan teknologi ini, pemegang tiket tahunan dan musiman Universal Studios Singapura tidak lagi memerlukan tiket fisik. Sedang pengunjung pengguna tiket harian masih membutuhkan tiket untuk masuk tetapi dapat ke luar dan masuk kembali hanya menggunakan foto wajah mereka.

    Menurut RWS, pengenalan wajah adalah bagian penting dari penerimaan dan digunakan untuk peningkatan operasional, keselamatan, dan keamanan. RWS pada bulan lalu memecat stafnya sebagai dampak pandemi Covid-19 yang memukul industri pariwisata Singapura.

    RWS mengaku telah menerapkan langkah-langkah keamanan yang ketat untuk melindungi informasi pengunjung seperti menyimpannya di server terenkripsi. Perusahaan itu menolak berkomentar tentang perusahaan mana yang menyediakan teknologi pengenalan wajah.

    Taman hiburan Universal Studios China yang akan dibuka di Beijing tahun depan juga berencana untuk menggunakan teknologi pengenalan wajah, menurut laporan media setempat.

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Tetapkan Aturan Baru Perihal Kampanye Pilkada Serentak 2020

    Pilkada Serentak 2020 tetap dilaksanakan pada 9 September pada tahun yang sama. Untuk menghadapi Covid-19, KPU tetapkan aturan terkait kampanye.