Cegah Covid-19, Pemilik Indekos di Yogya Diminta Data Mahasiswa

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyemprotan disinfektan di salah satu kos ekslusif di Yogyakarta untuk mengantisipasi virus corona. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Penyemprotan disinfektan di salah satu kos ekslusif di Yogyakarta untuk mengantisipasi virus corona. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta meminta para induk semang atau pemilik usaha indekos di Yogya aktif mengawasi mahasiswa asal luar Yogya menjelang dimulainya kegiatan perkuliahan pada September mendatang.

    Pengawasan itu menyangkut kondisi kesehatan mahasiswa, khususnya terkait tingginya potensi penularan Covid-19 yang belum mereda.

    "Kepada pemilik kos, sudah kami beri edaran tata cara menerapkan protokol pencegahan Covid-19," ujar Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi, Senin, 3 Agustus 2020.

    Dalam edaran itu, ujar Wakil Wali Kota Yogya tersebut, pertama meminta para pemilik kos dan pengurus tiap kampung yang wilayahnya banyak dihuni kos-kosan membentuk tim kecil untuk membantu mahasiswa asal luar Yogya ketika sudah datang.

    Tim di kampung-kampung ini yang akan mengarahkan mahasiswa asal luar Yogya yang berdatangan mulai Agustus ini melakukan isolasi mandiri.

    "Setiap pemilik kos juga wajib mendata dan melaporkan kepada ketua RT/RW atau ketua di kampung terkait keberadaan mahasiswa yang datang untuk monitoring," ujar Heroe.

    Jika ada kos yang lokasinya tidak memungkinkan dilakukan isolasi mandiri, ujar Heroe, Pemkot Yogya sudah berkomunikasi dengan pihak kampus agar menyiapkan satu dua ruang kelasnya untuk sementara dipakai sebagai lokasi isolasi mandiri dengan mahasiswa menyiapkan segala sesuatunya secara mandiri.

    "Kami sudah dialog dengan para rektor kampus di Yogya untuk berkoordinasi soal kedatangan para mahasiswa ini," ujar Heroe.

    Jumlah mahasiswa di Kota Yogyakarta sendiri ditaksir lebih dari 200.000. Padahal penduduk Kota Yogyakarta hanya sekitar 400.000. Jadi separuh penghuni Yogya memang mahasiswa.

    Pantauan Pemkot Yogyakarta, sebenarnya gelombang kedatangan para mahasiswa sudah terjadi sejak Juni lalu. Namun Agustus ini diperkirakan gelombang kedatangan itu lebih tinggi karena mendekati masa perkuliahan.

    Pemkot Yogya pun telah menyediakan akses bagi para mahasiswa luar daerah untuk skrining mandiri ketika mereka tiba di Yogya. Caranya dengan mengakses layanan corona.jogjakota.go.id.

    Pemerintah Kota Yogyakarta memiliki Corona Monitoring System (CMS) yang memungkinkan memberikan rekomendasi bagi mahasiswa yang melakukan skrining.

    Dari layanan skrining mandiri itu, mahasiswa akan disodori sejumlah pertanyaan untuk dijawab sesuai kondisi mereka masing-masing. Lalu akan mendapat rekomendasi, apakah mereka dalam keadaan sehat, perlu isolasi mandiri, atau harus segera melakukan pengecekan di fasilitas layanan kesehatan seperti puskemas terdekat.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Manfaat Telur Ayam Kampung

    Sejumlah manfaat terlur ayam kampung dapat diperoleh oleh mereka yang mengkonsumsinya. Salah satunya, secara tak langsung menurunkan berat badan.