Gempa 5,2 Magnitudo dari Laut Kejutkan Sumatera Barat

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa. shutterstock.com

    Ilustrasi gempa. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - BMKG merekam getaran hingga Skala IV MMI akibat gempa yang terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Rabu pagi tadi 5 Agustus 2020. Gempa pada Pukul 6.51.10 WIB itu sendiri terukur berkekuatan 5,2 Magnitudo.

    Data BMKG menunjukkan gempa bersumber di laut, 56 kilometer sebelah barat daya Pesisir Selatan dengan kedalaman 14 kilometer. Hingga artikel ini dibuat, tak ada keterangan mengenai gempa susulan di situs web maupun akun resmi media sosial BMKG.

    Adapun gempa pagi tadi disebutkan dirasakan dalam skala III-IV MMI di Pesisir Selatan dan skala III di Padang, Pariaman, dan Padang Pariaman. Sedang yang dirasakan di Padang Panjang, Bukittinggi, serta Agam lebih lemah lagi.

    Skala IV MMI itu artinya gempa pada siang dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi. Skala ini senada dengan komentar sejumlah netizen di akun BMKG yang mengaku bisa merasakannya di beberapa lokasi seperti Padang dan Pariaman. 

    Kepada ANTARA, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang Mamuri mengatakan gempa terjadi karena subduksi lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah lempeng Eurasia dengan mekanisme pergerakan naik. Dia menggolongkannya sebagai gempa dangkal tapi, "tidak berpotensi menimbulkan tsunami," katanya.

    Baru tiga hari lalu dikabarkan kalau wilayah Sumatera Barat cenderung lebih tenang dari aktivitas gempa daripada wilayah lain di Sumatera pada periode pekan terakhir Juli lalu. Stasiun BMKG di Padang Panjang hanya merekam empat kali kejadian gempa dan tidak satupun yang bisa dirasakan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Tetapkan Aturan Baru Perihal Kampanye Pilkada Serentak 2020

    Pilkada Serentak 2020 tetap dilaksanakan pada 9 September pada tahun yang sama. Untuk menghadapi Covid-19, KPU tetapkan aturan terkait kampanye.