3 Startup Indonesia Terpilih Ikut Google for Startup Accelerator Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Startup Indonesia menjaring networking di Techsauce Global Summit 2019. Kredit: Ziliun

    Startup Indonesia menjaring networking di Techsauce Global Summit 2019. Kredit: Ziliun

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga startup lokal asal Indonesia Hacktiv8, Kata.ai, dan Riliv telah terpilih untuk mengikuti Google for Startups Accelerator: Southeast Asia tahun ini. Masing-masing akan berupaya mengatasi tantangan besar di berbagai bidang dan akan bergabung dengan 12 startup lain yang lolos seleksi di antara 600 lebih pendaftar dari kawasan Asia Tenggara.

    Berdasarkan keterangan tertulis pada Rabu, 5 Agustus 2020, tiga startup asal Indonesia itu memiliki spesialisasi yang berbeda. Hacktiv8, misalnya, membantu melatih developer pemula, mendukung mereka dalam mencari pekerjaan, dan menyediakan pinjaman pendidikan jenis baru yang lebih adil.  

    Sedang Kata.ai mengembangkan platform kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan berlangsungnya percakapan yang terasa alami antara bisnis dan pelanggan. Adapun Riliv telah membuat aplikasi konseling dan meditasi online untuk membantu orang terkait dengan kesehatan mental mereka.

    Google for Startups Accelerator: Southeast Asia yang diluncurkan pada Juni 2020 ini merupakan program online tiga bulan untuk mendukung startup yang bekerja pada masalah sosial, ekonomi dan kesehatan di seluruh wilayah. Selama beberapa bulan ke depan, startup terpilih akan menerima bimbingan mengenai tantangan teknis maupun bisnis yang mungkin mereka hadapi.

    Program juga akan menghubungkan mereka dengan tim-tim dari Google serta industri teknologi secara luas, dan mengadakan workshop yang fokus pada desain produk, layanan pelanggan, dan pengembangan kepemimpinan bagi para pendiri. Program pelatihan intensif akan dimulai pada 7 September 2020.

    Adapun 12 startup lainnya yang terpilih adalah Advance (Filipina), DeafTawk (Pakistan), GIZTIX (Thailand), MHub (Malaysia), Rumarocket (Filipina), Sehat Kahani (Pakistan), SenzeHub (Singapura), Shoplinks (Singapura), Smartfuture (Singapura), Thuocsi.vn (Vietnam), TopCV (Vietnam), dan Walee (Pakistan).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uang Djoko Tjandra untuk Gaya Hidup Jaksa Pinangki

    Tersangka kasus suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari diduga menerima uang banyak untuk mengurus fatwa bebas Djoko Tjandra