Begini Perokok Bisa Tularkan Virus Corona Covid-19

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas gabungan BPLHD DKI Jakarta dan Dinas Perhubungan melakukan razia terpadu bagi penumpang, sopir atau kenek kendaraan umum di Terminal Blok M yang merokok di dalam angkutan umum, Jakarta, (29/5). Razia dilakukan untuk menyadarkan bahayanya asap rokok terutama bagi perokok pasif. Tempo/Tony Hartawan

    Petugas gabungan BPLHD DKI Jakarta dan Dinas Perhubungan melakukan razia terpadu bagi penumpang, sopir atau kenek kendaraan umum di Terminal Blok M yang merokok di dalam angkutan umum, Jakarta, (29/5). Razia dilakukan untuk menyadarkan bahayanya asap rokok terutama bagi perokok pasif. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Terpapar asap rokok berpotensi pula tertular Covid-19. Ini karena seorang perokok memiliki reseptor protein ACE-2--yang dibutuhkan virus corona Covid-19 untuk bisa menginfeksi suatu sel--di dalam tubuhnya lebih banyak.

    "Studi itu sudah terbukti berdasarkan data pemeriksaan patologi seorang perokok," kata Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Agus Dwi Susanto, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu 12 Agustus 2020.

    Menurut Agus, itu adalah ancaman lain dari asap rokok yang sebelumnya disebutkan menurunkan imunitas atau sistem kekebalan tubuh terutama sistem saluran napas. Asap rokok disebutnya telah terbukti mengganggu proses migrasi sel imunitas ketika terjadi infeksi di dalam tubuh. Sehingga fungsi sel imunitas juga menurun dalam membentengi tubuh dari virus.

    Baca juga:
    3 Jawab WHO Soal Kebiasaan Merokok dan Infeksi Covid-19

    Selain fakta bahwa perokok juga lebih banyak terserang oleh berbagai penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, penyakit paru obstruktif kronis, penyakit jantung dan lainnya. Sementara Covid-19 menjadi lebih berbahaya ketika menulari orang yang memiliki penyakit komorbid tersebut.

    Yang terakhir, kata Agus, kebiasaan merokok di masa pandemi ini sangat berisiko menjadi transmisi virus dari tangan ke mulut atau saluran pernapasan. Dengan perokok yang menjadi membuka masker ketika merokok, atau perokok yang sering memegang rokok dengan tangan lalu mengarahkannya ke mulut secara berulang-ulang bisa meningkatkan transmisi virus.

    Baca juga:
    Kebiasaan Merokok Pasien Covid-19: Melindungi atau Memperparah?

    American Lung Association pernah mengingatkan yang sama ketika mengungkap modus-modus penularan virus corona yang melibatkan perokok. Selain dari tangan ke mulut atau hidung itu, perokok disebutkan mengembuskan virus corona bersama asap rokok yang baru mereka nikmati di saluran pernapasannya. 

    "Mereka tidak hanya berbahaya karena tidak mengenakan masker, tapi mereka juga meniupkan banyak droplet kepada orang-orang di sekitarnya sehingga berpotensi terinfeksi virus itu," kata Albert Rizzo, kepala staf medis asosiasi itu.

    Virus corona Covid-19 telah dipahami banyak menyebar dari satu orang ke orang yang lain melalui droplet atau butiran liur dari saluran pernapasan. Belakangan bahkan diyakini pula kalau virus dari sumber yang sama bisa menyebar di udara menumpang aerosol yang lebih kecil dan ringan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Tetapkan Aturan Baru Perihal Kampanye Pilkada Serentak 2020

    Pilkada Serentak 2020 tetap dilaksanakan pada 9 September pada tahun yang sama. Untuk menghadapi Covid-19, KPU tetapkan aturan terkait kampanye.