KKP Kembangkan Bioplastik: Tak Jadi Limbah Malah Menambah Gizi

Reporter

Berbagai sampah plastik berupa kemasan makanan dan minuman yang disusupi kedalam sampah kertas impor diperlihatkan saat aksi protes tolak sampah impor di Surabaya, 12 Juli 2019. Tumpukan sampah impor yang berada di Desa Bangun, Mojokerto, Jawa Timur ini dijadikan sebagian besar warganya sebagai sumber penghasilan. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

TEMPO.CO, JakartaKementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan produk kemasan dari rumput laut sebagai upaya mendukung program pengurangan sampah plastik. Produk alternatif dihasilkan dengan melakukan rekayasa teknologi biodegradable.

"Kemasan biodegradable diartikan sebagai film kemasan yang dapat didaur ulang dan dihancurkan secara alami," ujar Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Artati Widiarti, dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu 29 Agustus 2020.

Baca juga:
Biskuneo, Biskuit Setara Satu Nasi Bungkus dari BPPT 

Rekayasa teknologi dilakukan melalui Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP). Hasilnya adalah kemasan biodegradable dan edible coating yang digunakan sebagai pembungkus makanan. Saat ini, produksi tersebut disebutnya masih dalam skala usaha kecil oleh M. Putra Sahban pemilik UD. Pusaka Hati Mataram, penyewa inkubasi bisnis dari BBP3KP.

Artati mengungkapkan, dalam perkembangan teknologi, kemasan tidak hanya sekedar membungkus produk saja. Tetapi melalui kemasan bisa ditambahkan satu konten atau ingredient di dalamnya seperti untuk memonitor kesegarannya. Dia membidik rekayasa teknologi itu bisa memanfaatkan pasar kemasan yang semakin luas karena perkembangan kegiatan pemasaran eceran. 

"Kemasan sachet dari bahan plastik memang cantik tetapi ada hal yang perlu mendapat perhatian yaitu karena tidak mudah terurai," katanya.

Untuk itu, ucap dia, bioplastik yang hampir keseluruhannya terbuat dari bahan yang dapat diperbarui, seperti pati, minyak nabati dan mikrobiota, menjadi satu solusi dalam pengurangan sampah plastik. Apalagi, Artati menambahkan, ketersediaan bahan dasar bioplastik di alam pun masih sangat melimpah.

Baca juga:
LIPI Kembangkan Plastik dari Limbah Sawit, Terurai dalam 3 Bulan

"Indonesia adalah salah satu penghasil rumput laut terbesar di dunia dengan peningkatan produksi sebesar 30 persen setiap tahunnya," katanya sambil menambahkan, “Sangat tepat memanfaatkan potensi bahan baku rumput laut sebagai pembungkus makanan yang tidak menciptakan limbah malah bisa memberikan asupan serat dan gizi lain yang diperlukan tubuh."






Bisakah Konsumen Mengurangi Sampah Plastik

14 jam lalu

Bisakah Konsumen Mengurangi Sampah Plastik

Jika pemerintah dan swasta ogah-ogahan menangani limbah, saatnya konsumen menyetop konsumsi komoditas yang menjadi sampah plastik.


KKP Beri Pelatihan 200 Calon Wirausaha Sektor Perikanan yang Lolos Seleksi

6 hari lalu

KKP Beri Pelatihan 200 Calon Wirausaha Sektor Perikanan yang Lolos Seleksi

KKP menjaring 200 calon wirausaha baru yang diharapkan dapat menjadi penggerak usaha perikanan di berbagai wilayah.


KKP Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK

9 hari lalu

KKP Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK

KKP meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Tahun 2021.


Daftar Sungai Terpolusi Sampah Plastik di Dunia, Brantas Nomor 6

10 hari lalu

Daftar Sungai Terpolusi Sampah Plastik di Dunia, Brantas Nomor 6

Negara kaya menghasilkan sampah plastik lebih besar per orang tapi pengelolaannya efektif sehingga tidak berakhir ke sungai dan laut.


Menteri KKP Sebut Smart Fisheries Village di Banyumas Selesai Akhir 2022

10 hari lalu

Menteri KKP Sebut Smart Fisheries Village di Banyumas Selesai Akhir 2022

Smart fisheries village merupakan program yang dikembangkan KKP untuk memperkuat kemandirian desa yang berbasis usaha perikanan.


KNTI: Banyak Nelayan Mengeluh Tak Bisa Melaut karena KKP Lamban Keluarkan Surat Izin

12 hari lalu

KNTI: Banyak Nelayan Mengeluh Tak Bisa Melaut karena KKP Lamban Keluarkan Surat Izin

Komite Nelayan Tradisional Indonesia menyatakan saat ini banyak nelayan mengeluh tak bisa melaut akibat lambannya SIPI dan SIKPI yang dikeluarkan KKP.


KKP Gandeng Daihatsu Lindungi Kelestarian Laut

12 hari lalu

KKP Gandeng Daihatsu Lindungi Kelestarian Laut

Laut berperan penting bagi kehidupan manusia, karenanya mengelola dan melindungi sumberdaya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan dengan prinsip ekonomi biru harus dilakukan.


8 Investor Domestik Garap Sektor Perikanan Indonesia Timur, KKP: Dari Sumbawa hingga Mimika

12 hari lalu

8 Investor Domestik Garap Sektor Perikanan Indonesia Timur, KKP: Dari Sumbawa hingga Mimika

KKP menyatakan ada sebanyak delapan investor domestik yang menyampaikan minatnya untuk berinvestasi senilai Rp156 miliar.


KKP Siap Implementasikan Penangkapan Ikan Terukur Mulai Agustus

15 hari lalu

KKP Siap Implementasikan Penangkapan Ikan Terukur Mulai Agustus

KKP mengatakan sudah siap mengimplementasikan kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota.


PNBP Perikanan Tangkap Tumbuh 111,8 Persen Jadi Rp 731,18 Triliun

15 hari lalu

PNBP Perikanan Tangkap Tumbuh 111,8 Persen Jadi Rp 731,18 Triliun

KKP mencatatkan rekor penerimaan negara bukan pajak atau PNBP perikanan tangkap tumbuh yang 111,8 persen pada semester I 2022.