Kemenristek Kembangkan Alat Uji Rapid Test Generasi Kedua

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Indonesia Bambang Brodjonegoro (kiri) berbincang dengan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir (kanan) saat kunjungan kerja di Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 29 Juli 2020. Kredit: ANTARA/Novrian Arbi

    Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Indonesia Bambang Brodjonegoro (kiri) berbincang dengan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir (kanan) saat kunjungan kerja di Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 29 Juli 2020. Kredit: ANTARA/Novrian Arbi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan saat ini sedang dilakukan pengembangan generasi kedua alat uji rapid test.

    "Inovasi yang sedang dilakukan teman-teman di Kemenristek adalah pengembangan generasi kedua alat uji rapid test. Dalam generasi kedua ini tentunya akan lebih informatif dan akurat," ujar Menristek Bambang Brodjonegoro dalam acara swab test gratis dan penyerahan bantuan Mobil Lab Bio Safety di Kantor Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Minggu, 30 Agustus 2020.

    Dijelaskannya, Kementerian Riset dan Teknologi saat ini terus mengembangkan karya anak bangsa dalam penanganan Covid-19. Bahkan, dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo akan hal tersebut.

    Salah satu karya terbaru adalah Mobil Lab Bio Safety Level 2 yang dibuat oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Dari yang sebelumnya mampu menguji 300 sampel hasil PCR test Swab, kini meningkat menjadi 600 sampel dalam sehari.

    Inovasi lainnya yang kini dikembangkan adalah pembuatan alat pemeriksaan PCR Test yang akurasinya setara. Lalu ada juga menunggu suplemen peningkatan daya tahan tubuh yang kini masih penelitian di BPOM.

    "Inovasi terus kami kembangkan dalam penanganan Covid-19. Berbagai peneliti terus berupaya maksimal dalam menghadirkan solusi bagi pandemi ini," ujarnya.

    Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza mengatakan, inovasi yang telah dihasilkan dapat terus dikembangkan seperti halnya Mobil Lab Bio Safety Level 2.

    Cepatnya penyebaran Covid-19 di Indonesia, mendorong peneliti untuk mencari solusi dalam membantu pemerintah. Sejumlah karya yang telah dihasilkan, diharapkan dapat membantu dalam penanganan Covid-19.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diego Maradona dan Tangan Tuhan

    Sosok Diego Maradona yang kontroversial tidak dapat dipisahkan dari gol yang disebut-sebut orang sebagai gol Tangan Tuhan.