3 Sesar Penyebab Gempa Dangkal Dieng, Bantul, dan Sukabumi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sesar aktif Citanduy (garis merah) menimbulkan gempa di wilayah Majenang, Cilacap, juga Ciamis, Sabtu, 27 Juli 2019. (BMKG)

    Sesar aktif Citanduy (garis merah) menimbulkan gempa di wilayah Majenang, Cilacap, juga Ciamis, Sabtu, 27 Juli 2019. (BMKG)

    TEMPO.CO, Bandung - Selama dua hari, Kamis dan Jumat 3-4 September, muncul empat gempa darat di Pulau Jawa. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat di antaranya menggoyang wilayah Sukabumi, Jawa Barat, berulang dua kali.

    Kepala Bidang Mitigasi dan Tsunami BMKG Daryono menerangkan kalau gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) itu akibat aktivitas sejumlah sesar aktif di daratan Pulau Jawa. Gempa Wonosobo, misalnya, dipicu oleh sesar lokal di sekitar Pegunungan Dieng, Jawa Tengah.

    Gempa itu terjadi pada Kamis pukul 5.00.36 WIB dengan kekuatan 2,2 Magnitudo. Lokasi sumber gempanya berjarak 14 kilometer arah utara Dieng, Banjarnegara, dengan kedalaman sumber 10 kilometer. Guncangan lindu berskala intensitas I-II MMI dirasakan sebagian warga Dieng hingga membuat benda ringan yang digantung bergoyang.

    Gempa Bantul, Yogyakarta, dipicu oleh aktivitas penyesaran di zona Sesar Opak. Gempa dengan kekuatan 3,1 Magnitudo ini terjadi pada Kamis pukul 00.07.15 WIB. Lokasi sumbernya terukur berjarak 15 kilometer arah barat laut Gunung Kidul, Yogyakarta, dengan kedalamanhanya 5 kilometer.

    "Akibatnya, sebagian warga Bantul merasakannya dengan skala intensitas II MMI," kata Daryono.

    Gempa Sukabumi dipicu oleh aktivitas sesar aktif di Zona Cipamingkis. Gempa darat di Sukabumi terjadi dua kali. Lindu bermagnitudo 2,7 pada 3 September 2020 pukul 20.42.39 WIB berjarak 18 kilometer arah tenggara Kota Sukabumi. Gempa dari kedalaman 10 kilometer mengguncang warga Kecamatan Nyalindung dengan skala intensitas II-III MMI.

    "Selain membuat benda ringan yang digantung bergoyang, getaran gempa dangkal itu terasa ke dalam rumah seakan ada truk yang melintas," katanya.

    Relawan PMI Kota Sukabumi saat meninjau lokasi rumah ambruk di Kampung Caringinngumbang, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Jumat 4 September 2020. Pada Kamis-Jumat wilayah Sukabumi digoyang gempa darat dangkal sebanyak dua kali. ANTARA/Aditya Rohman

    Gempa lanjutan di wilayah itu dengan skala intensitas yang sama terjadi Jumat, 4 September 2020 pukul 13.30.52 WIB. Lokasi sumber gempanya tidak jauh dari yang pertama yaitu berjarak 20 kilometer arah tenggara Kota Sukabumi, Jawa Barat. Kedalaman sumber gempanya 4 kilometer.

    Sepanjang Jumat 4 September pula terekam tiga gempa lain yang bisa dirasakan di wilayah Indonesia. Ketiganya, berdasarkan informasi di situs web resmi BMKG, adalah gempa di Nabire berkekuatan 4,4 M yang juga bersumber di darat. Gempa ini terjadi pada pukul 01.15.58 WIB. 

    Lalu, gempa di Saumlaki, Maluku, pada siang harinya, Pukul 12.00.28 WIB. Sumber gempa sekuat 5,3 M ini diketahui dari dasar laut di kedalaman 233 kilometer. Juga, gempa 4,2 M di Nias Selatan pada pukul 18.44.27 WIB. Sumbernya di laut dengan kedalaman tiga kilometer.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.