Covid-19 di Asia Tenggara: Filipina Paling Tinggi, Indonesia Lebih Mematikan

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas polisi memeriksa suhu tubuh penumpang jeepney di sebuah pos pemeriksaan yang ditempatkan di tengah-tengah lockdown ibu kota negara itu untuk menahan penyebaran virus corona, di pinggiran Kota Quezon, Metro Manila, Filipina, 15 Maret 2020. [REUTERS / Eloisa Lopez]

    Seorang petugas polisi memeriksa suhu tubuh penumpang jeepney di sebuah pos pemeriksaan yang ditempatkan di tengah-tengah lockdown ibu kota negara itu untuk menahan penyebaran virus corona, di pinggiran Kota Quezon, Metro Manila, Filipina, 15 Maret 2020. [REUTERS / Eloisa Lopez]

    TEMPO.CO, Jakarta - Filipina dan Indonesia menjadi dua negara terburuk yang dilanda wabah Covid-19 di kawasan Asia Tenggara berdasarkan data yang telah dilaporkan hingga, Rabu 9 September 2020. Sepanjang Selasa lalu keduanya juga melaporkan jumlah kasus baru yang hampir setara yakni 3.281 kasus positif di Filipina dan 3.046 di Indonesia.

    Seperti diketahui, jumlah kasus baru hari itu membuat total kasus positif Covid-19 di Indonesia tembus menjadi 200.035 orang. Indonesia berada tepat di bawah Filipina dalam peta penularan dunia yang dibuat Johns Hopkins University, AS.

    Dalam peta itu Indonesia ditempatkan di urutan 23 negara penyumbang kasus terbanyak Covid-19 di dunia yang kini telah mencapai 27,5 juta kasus. Filipina di urutan 22 dengan jumlah kasus terkonfirmasi yang dilaporkan sebanyak 241.987.

    Namun jumlah kasus kematian di Indonesia jauh lebih besar daripada Filipina, yakni 8.230 orang berbanding 3.916. Untuk jumlah kematian ini, Indonesia menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara dan nomor 20 di dunia saat ini. Total kematian Covid-19 global sebanyak lebih dari 897 ribu kasus.

    Indonesia dan Filipina juga berada dalam daftar yang warganya dilarang masuk ke sejumlah negara lain, termasuk Malaysia, yang ingin menyumbat penularan Covid-19 dari kasus impor. Malaysia telah menerapkan larangan itu per 7 September lalu. "Keputusan ini dibuat atas nasihat Kementerian Kesehatan," kata Menteri Senior Ismail Sabri Yaakob.

    Sementara itu, kasus baru di Taiwan pada akhir pekan lalu juga melibatkan kasus impor dari dua negara yang sama, Indonesia dan Filipina. Yang pertama adalah seorang perempuan berusia 30-an tahun. Perempuan warga Taiwan itu terkonfirmasi terinfeksi virus corona Covid-19 sekembalinya dari bekerja di Indonesia.

    Perempuan itu mengaku telah kehilangan indera penciumannya semasih di Indonesia dan tidak memeriksakannya ke rumah sakit setempat. Dia baru mengungkapkannya saat pemeriksaan di bandara di Taiwan pada Jumat pekan lalu.

    Baca juga:
    Kemenkes Uji Klinis Fase 3 Plasma Konvalesen untuk Obat Covid-19

    Sedang kasus impor dari Filipina dilaporkan Taiwan pada seorang pekerja migran. Dia teridentifikasi tanpa gejala atau OTG.

    JHU | REUTERS | TAIWAN NEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Febri Diansyah dan Jumlah Mereka yang Pamit dari KPK 5 Tahun Terakhir

    Mantan Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah, menyatakan telah mengajukan surat pengunduran diri. Selama 5 tahun terakhir, berapa pegawai yang pamit?