Warga Thailand Ditemukan Bawa Mutasi Virus Corona yang Lebih Menular

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kerumunan penumpang terlihat di kereta setelah pemerintah Thailand meredakan langkah-langkah isolasi di tengah wabah penyakit virus corona (Covid-19), di Bangkok, Thailand 18 Mei 2020. [REUTERS / Soe Zeya Tun]

    Kerumunan penumpang terlihat di kereta setelah pemerintah Thailand meredakan langkah-langkah isolasi di tengah wabah penyakit virus corona (Covid-19), di Bangkok, Thailand 18 Mei 2020. [REUTERS / Soe Zeya Tun]

    TEMPO.CO, Bangkok - Thailand mengumumkan temuan varian G mutasi virus corona Covid-19 pertama pada kasus infeksi lokalnya. Varian G diketahui yang kini banyak menyebar global dan memiliki tingkat infeksi 10 kali lebih tinggi daripada varian pertama virus corona yang menyebar dari Wuhan, Cina. 

    "Menurut data epidemiologi, Covid-19 jenis G cepat menular dibandingkan dengan tipe L dan S," kata Direktur Jenderal Departemen Sains Medis Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand, Opas Karnkawinpong, Jumat 11 September 2020.

    Opas, yang juga berperan penting di Komite Pencegahan Penyebaran Covid-19 Thailand, menyebutkan bahwa selama ini mutasi virus corona yang sama ditemukan pada sampel milik pendatang dan pelancong atau kasus impor. Mereka diambil sampelnya saat jalani karantina oleh negara.

    Menurut Opas, temuan terbaru menjadi peringatan bahwa negaranya masih memprihatinkan terkait penanganan wabah Covid-19. Dia menunjuk sebab lebih banyak pekerja migran ilegal yang berupaya masuk ke Thailand untuk mencari pekerjaan.

    Kasus lokal dengan temuan mutasi virus itu sendiri terjadi selang 100 hari sejak kasus lokal yang terakhir. Pada kasus yang terbaru, korbannya adalah seorang disc jokey yang bekerja di sebuah pub di Bangkok. Pemeriksaan dilakukan setelah yang bersangkutan dijebloskan ke penjara atas tuduhan penyalahgunaan narkoba.

    Sejumlah penari mengenakan masker saat tampil di dalam ruang XXX di distrik hiburan malam dan prostitusi Patpong yang legendaris di Bangkok, Thailand, 1 Juli 2020. Pemerintah Thailand melonggarkan isolasi dan memperkenalkan jarak sosial untuk mencegah penyebaran penyakit virus corona Covid-19. REUTERS/Athit Perawongmetha

    Usai dinyatakan positif terinfeksi virus corona Covid-19, otoritas kesehatan setempat langsung melacak semua orang yang pernah melakukan kontak dengan DJ tersebut. Diaku kalau lebih dari 1.000 orang diperiksa dan menunjukkan hasil tes negatif seluruhnya. Otoritas kesehatan pun meyakini bahwa DJ tersebut tertular di tempat kerjanya dari pendatang luar negeri.

    Baca juga:
    7 Tipe Virus Corona Covid-19 di Dunia, yang Paling Ganas adalah ...

    Hingga kini, Pemerintah Thailand melaporkan total 3.461 kasus positif Covid-19 di Thailand dengan 3.312 pasien sembuh dan 91 kasus aktif. Sedang korban meninggal berjumlah 58 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips untuk Membersihkan Rumah Saat COVID-19

    Kebersihan rumah menjadi salah satu hal yang penting saat pandemi COVID-19.