Apple Perlonggar Kebijakan App Store Setelah Kasus Fortnite

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Apple. REUTERS/Lee Jae-Won

    Logo Apple. REUTERS/Lee Jae-Won

    TEMPO.CO, Jakarta - Apple baru saja merevisi beberapa kebijakan, termasuk soal metode pembayaran di App Store, setelah kasus pemblokiran akun pengembang game Fortnite.

    Dikutip dari Reuters, Minggu, 13 September 2020, perubahan ini didasari protes dari para pengembang dan kompetitor, antara lain Microsoft dan Google, yang menolak merilis platform streaming game di iPhone karena kebijakan yang berlaku di App Store.

    Apple akan mengizinkan perusahaan game streaming untuk membuat katalog aplikasi, sesuatu yang selama ini dilarang di App Store.

    Setiap game yang ada di katalog tersebut harus memiliki aplikasi sendiri dan menggunakan sistem pembayaran dari Apple.

    Aturan baru ini mengizinkan kelas virtual privat berisi satu orang dapat dibayarkan menggunakan sistem pembayaran di luar Apple, namun kelas untuk grup harus tetap menggunakan sistem pembayaran Apple yang dikenakan komisi 30 persen.

    Sementara untuk aplikasi yang terhubung ke layanan berbayar di luar aplikasi tersebut, misalnya email atau layanan cloud, tidak perlu menggunakan sistem pembayaran Apple.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Tetapkan Aturan Baru Perihal Kampanye Pilkada Serentak 2020

    Pilkada Serentak 2020 tetap dilaksanakan pada 9 September pada tahun yang sama. Untuk menghadapi Covid-19, KPU tetapkan aturan terkait kampanye.