Tabrak Protokol Kesehatan Covid-19, Kampanye Pilpres Trump Didenda

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Donald Trump saat kampanye di depan ratusan pendukungnya di Henderson, Nevada, 13 September 2020. REUTERS/Jonathan Ernst

    Donald Trump saat kampanye di depan ratusan pendukungnya di Henderson, Nevada, 13 September 2020. REUTERS/Jonathan Ernst

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan yang memfasilitasi kampanye tertutup kubu Presiden Donald Trump di Nevada, Minggu 13 September 2020, didenda US$ 3 ribu. Perusahaan itu dianggap telak melanggar protokol kesehatan Covid-19 di negara bagian itu yang melarang adanya pertemuan lebih dari 50 orang. Kampanye itu sendiri dihadiri hingga ribuan orang.

    Kampanye Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2020 tersebut digelar di dalam fasilitas milik Xtreme Manufacturing di Henderson. Pesertanya tidak diwajibkan mengenakan masker dan aturan jaga jarak tak digubris. Sebelum kampanye itu dihelat, Pemerintah Kota Henderson telah memperingatkan Xtreme Manufacturing, secara lisan maupun tertulis, akan potensi pelanggaran protokol kesehatan yang ada untuk mencegah penularan Covid-19.

    Baca juga:
    Trump Akui Sengaja Kecilkan Ancaman Covid-19 di Hadapan Publik Amerika

    Benar saja, selama kampanye itu digelar, petugas pengawas mencatat hingga enam pelanggaran yang terjadi. "Dan Divisi Operasi Bisnis Kota Henderson telah mengeluarkan Business License Notice of Violation kepada Xtreme Manufacturing dan menjatuhkan denda $ 3 ribu," kata Kathleen Richards, juru bicara senior Kota Henderson, Senin 14 September 2020.

    Richards menambahkan kalau perusahaan itu memiliki tenggat hingga 30 hari kalender untuk merespons pemberian sanksi itu dengan membayar atau menggugatnya.

    Peristiwa di Henderson terjadi saat angka kematian Covid-19 di Amerika Serikat telah mendekati 200 ribu orang dengan total kasus infeksinya telah lebih dari 6,5 juta. Di Tulsa, Oklahoma, kampanye kubu yang sama pada Juni lalu juga terbukti diikuti peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 di kota itu.

    Di antara mereka yang terbukti terinfeksi virus corona usai kampanye di Tulsa adalah sejumlah staf kampanye Trump dan beberapa agen Dinas Rahasia pengawal calon presiden. "Kampanye-kampanye itu digelar sangat egois dan sembarangan," kata Gubernur Nevada Steve Sisolak, asal Partai Demokrat.

    Sehari sebelum kampanye digelar di Henderson, kubu Trump tak tegas soal peringatan adanya pembatasan massa peserta. Hanya dikatakan kalau akan ada pemeriksaan suhu tubuh, penyediaan masker yang diharap dikenakan, dan akses ke banyak hand sanitizer.

    Presiden AS Donald Trump mengepalkan tinjunya ketika ia memasuki kampanye kampanye pemilihan ulang pertamanya dalam beberapa bulan di tengah wabah penyakit virus corona, di Pusat BOK di Tulsa, Oklahoma, AS, 20 Juni 2020. [REUTERS / Leah Millis]

    Pemilik Xtreme Manufacturing, Don Ahern, menolak menjawab apakah dia akan menggugat sanksi yang diberikan. "Tujuan saya adalah menjaga tradisi besar Amerika akan hak berkumpul dan bebas bicara," katanya dalam keterangan singkat, Senin sore.

    Menurut Ahern, apa yang berlangsung di fasilitasnya itu tidak berbeda dari ribuan orang lainnya yang dibiarkan berkumpul di meja-meja judi, pesta kolam renang, demonstrasi di jalan-jalan. Sebagai catatan, hotel dalam jaringan Xtreme milik Ahern di Las Vegas juga pernah didenda pada Agustus lalu.

    Baca juga:
    Studi Harvard: 1 dari 5 Pasien Dewasa Butuh Perawatan Intensif

    Saat itu acara 'Evangelicals for Trump' yang digelar juga melabrak protokol kesehatan yang dibuat di kota itu. Denda yang diberikan lebih dari $ 10 ribu.

    CNN | FOX5VEGAS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    8 Tips Aman Mempercepat Datang Bulan

    Datang bulan yang terjadi bagi sebagian wanita dapat mengganggu aktivitas mereka. Tak sedikit yang menempuh sejumlah cara untuk mempercepat haid.