Cina Memimpin 'Perlombaan' Vaksin Covid-19 Dunia

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengambil salah vaksin virus corona buatan Sinovac Biotech Ltd yang dipamerkan dalam acara China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) 2020 di Beijing, Cina, 5 September 2020. Vaksin ini telah memasuki uji coba Fase 3, yang merupakan langkah terakhir untuk dikeluarkannya izin produksi. REUTERS/Tingshu Wang

    Petugas mengambil salah vaksin virus corona buatan Sinovac Biotech Ltd yang dipamerkan dalam acara China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) 2020 di Beijing, Cina, 5 September 2020. Vaksin ini telah memasuki uji coba Fase 3, yang merupakan langkah terakhir untuk dikeluarkannya izin produksi. REUTERS/Tingshu Wang

    TEMPO.CO, Beijing - Dari sepuluh yang sudah sampai ke uji klinis, Cina saat ini memiliki empat kandidat vaksin Covid-19 yang sudah sampai fase pengembangan akhir yakni uji klinis tahap 3. Dari antara empat itu, Cina diperkirakan sudah akan memiliki vaksin yang siap digunakan secara luas pada awal November tahun ini.

    "Uji klinis fase tiga berjalan dengan lancar dan vaksin bisa siap untuk masyarakat umum pada November atau Desember," kata Kepala Ahli Keamanan Biologi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Cina, Guizhen Wu, dalam wawancara dengan TV pemerintah pada Senin malam, 14 September 2020.

    Baca juga:
    Covid-19: Mungkinkah Beda Rumah Sakit, Beda Hasil Swab Test?

    Sedikitnya, tiga di antara empat vaksin itu bahkan telah ditawarkan kepada para pekerja di bidang-bidang yang dianggap sangat berisiko penularan Covid-19. Ketiganya, termasuk yang dikembangkan Sinovac Biotech yang uji klinis tahap akhirnya melibatkan warga Kota Bandung, sudah digunakan di bawah program penggunaan darurat per Juli lalu.

    Wu sendiri mengaku tidak mengalami gejala abnormal setelah mengkonsumsi satu vaksin eksperimental itu pada April. Dia tidak menjelaskan secara spesifik vaksin mana yang dimaksud.

    Selain oleh Sinovac, keempat vaksin Covid-19 eksperimental itu dikembangkan China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) dan CanSino Biologics. Sinopharm mengatakan pada Juli bahwa vaksin buatannya dapat siap untuk digunakan publik pada akhir tahun ini, sedang Cansino bahkan telah menyuplai untuk militer Cina sejak Juni.

    Secara keseluruhan, Cina hingga kini tercatat memiliki sepuluh macam vaksin Covid-19 yang sedang diuji kepada manusia atau uji klinis. Satu di antaranya yang terkini adalah yang menggunakan metode semprot (spray) lewat hidung alias tak pakai jarum suntik. Mereka mendominasi di antara 35 jenis vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan di tahap yang sama di seluruh dunia.

    Baca juga:
    Covid-19, CanSino Tantang Ahli yang Ragukan Calon Vaksinnya

    Produsen vaksin global berlomba mengembangkan vaksin yang efektif untuk melawan virus corona Covid-19 yang telah membunuh lebih dari 930 ribu orang di seluruh dunia. Jumlah kematian itu berasal dari 29 juta kasus infeksi yang merebak sejak awal tahun.

    Meski kebutuhan yang mendesak itu, perusahaan terkemuka produsen vaksin di negara-negara Barat pada awal bulan ini telah berjanji menegakkan standar ilmiah dan menolak tekanan politik untuk mempercepat proses pengembangan vaksin Covid-19.

    REUTERS | BLOOMBERG | JHU | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Tetapkan Aturan Baru Perihal Kampanye Pilkada Serentak 2020

    Pilkada Serentak 2020 tetap dilaksanakan pada 9 September pada tahun yang sama. Untuk menghadapi Covid-19, KPU tetapkan aturan terkait kampanye.