Kelas Bahasa Indonesia di Swiss, Kenapa Warga Lokal Antusias?

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kemampuan berbahasa Indonesia, walaupun masih di tingkat dasar, akan dapat menaikkan kepercayaan diri para investor dan wirausaha di Swiss. (KBRI)

    Kemampuan berbahasa Indonesia, walaupun masih di tingkat dasar, akan dapat menaikkan kepercayaan diri para investor dan wirausaha di Swiss. (KBRI)

    TEMPO.CO, London - Warga Swiss antusias mengikuti kelas Bahasa Indonesia yang digelar Kedutaan Besar Indonesia di Bern. Indikasinya adalah kuota kelas yang penuh hanya dalam 10 menit sejak pendaftaran dibuka.

    Kedutaan Indonesia di Bern resmi membuka kelas Bahasa Indonesia pertama secara virtual pada Senin 14 September 2020. Selama sepuluh minggu selanjutnya, belasan warga Swiss akan mempelajari Bahasa Indonesia tingkat dasar.

    KBRI Bern, dalam keterangan yang diterima Antara London, Selasa 15 September 2020, menyebutkan untuk pertama kalinya menggelar kelas Bahasa Indonesia untuk warga lokal. Karena situasi pandemi, kelas dibuka melalui jalur virtual.

    Walaupun diadakan melalui aplikasi konferensi video Zoom, antusias warga lokal tetap tinggi. Peserta yang ikut beragam, mulai dari investor, wisatawan, pegawai pemerintah, hingga warga lokal yang punya keluarga di Indonesia.

    Duta Besar RI Bern Muliaman D. Hadad mengatakan kelas bahasa merupakan jembatan terutama bagi investor atau wirausaha yang ingin melakukan bisnis di Indonesia. Kemampuan berbahasa Indonesia, walaupun masih di tingkat dasar, dia menduga akan dapat menaikkan kepercayaan diri para investor dan wirausaha di Swiss.

    Muliaman pun mengatakan, hubungan bilateral Indonesia dengan Swiss yang semakin intensif, terutama untuk mendukung pertukaran sumber daya manusia dalam kerangka Indonesia-EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA), merupakan faktor pendorong utama adanya kelas bahasa ini.

    “Dengan minat yang cukup tinggi, kami berharap dapat melanjutkan kelas bahasa ini di masa yang akan datang, mudah-mudahan bisa secara tatap muka,” katanya.

    Etienne Rouge, seorang pengusaha yang mengikuti kelas, mengakui alasan itu. Menurutnya, menguasai Bahasa Indonesia dapat memberikan nilai tambah dalam mengembangkan bisnisnya di Indonesia. 

    Baca juga:
    Mahasiswa ITB dan UI Dominasi Medali Emas Kompetisi Nasional MIPA 2020

    Kelas bahasa Indonesia virtual akan berlangsung dari 14 September hingga 18 November 2020 selama 20 kali pertemuan. Materi pembelajaran menyesuaikan dengan bahan Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) yang disusun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Tetapkan Aturan Baru Perihal Kampanye Pilkada Serentak 2020

    Pilkada Serentak 2020 tetap dilaksanakan pada 9 September pada tahun yang sama. Untuk menghadapi Covid-19, KPU tetapkan aturan terkait kampanye.