FKUI Latih 120 Guru Se-Indonesia untuk Tanggap Darurat Covid-19

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang guru menerima salam dari siswa saat simulasi kegiatan belajar tatap muka di SMPN 1 Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat 7 Agustus 2020. Simulasi yang dilakukan guru dan pegawai sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan tersebut merupakan salah satu persiapan untuk mengadakan kegiatan belajar tatap muka  yang sehat serta bebas COVID-19. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

    Seorang guru menerima salam dari siswa saat simulasi kegiatan belajar tatap muka di SMPN 1 Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat 7 Agustus 2020. Simulasi yang dilakukan guru dan pegawai sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan tersebut merupakan salah satu persiapan untuk mengadakan kegiatan belajar tatap muka yang sehat serta bebas COVID-19. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) telah melatih tanggap darurat pandemi Covid-19 sebanyak 120 guru se-Indonesia. Pelatihan dilakukan secara daring berkolaborasi dengan lembaga swadaya masyarakat bidang kesehatan IMANI CARE, 7 Agustus – 12 September 2020.

    Para guru yang mengikuti pelatihan berasal dari Aceh Besar, Banyuasin, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Depok, Bandung, Banten, Jombang, Blitar, Bantul, Balikpapan, Kendari, Sumbawa Besar, Lombok, Makassar, dan Ternate. Pelatihan diharap melahirkan pelibatan aktif para guru sebagai edukator terkait perubahan perilaku serta kebiasaan di sekolah di era pandemi Covid-19

    Materi yang diberikan tak sebatas kebiasaan baru di sekolah seperti cuci tangan yang benar, etika batuk, pemakaian masker, dan jaga jarak. Tapi juga penilaian dan upaya pertolongan pertama pada korban, bantuan hidup dasar (BHD) dan Resusitasi Jantung Paru (RJP). Selain itu juga ada materi pengenalan tubuh manusia, pencegahan infeksi, serta materi penanganan pertama pada kegawatdaruratan medis. 

    “Kami berharap melalui pelatihan ini dapat menambah pengetahuan dan keberanian guru untuk dapat menjadi penolong pertama saat terjadi keadaan darurat dan menyebarluaskan pengetahuannya mengenai penerapan kebiasaan baru dalam upaya pencegahan Covid-19,” ujar Sri Wahdini, ketua kegiatan itu melalui keterangan tertulis, Kamis 17 September 2020.

    Pelatihan diberikan dalam bentuk edukasi dan skills station secara daring menggunakan aplikasi Zoom Meeting. Selain itu peserta mengikuti pretest-posttest, dan diberikan tugas untuk membuat media edukasi berdasarkan materi yang telah dipelajari yang diunggah ke media sosial sebagai bentuk bukti mengikuti kegiatan.

    Baca juga:
    Tolak Disuntik Vaksin Covid-19 Sputnik V, Guru di Rusia Sebar Petisi

    Pelatihan yang diberikan secara cuma-cuma ini dibagi ke dalam enam kali pertemuan dengan total 24 jam. Pelatihan diselenggarakan setiap hari Sabtu dan Minggu selama tiga pekan berturut-turut dan dibagi menjadi empat kelompok yang masing-masing terdiri dari 30 peserta atau guru.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H