3 Kali Gempa Sesar Cirata Menggoyang Purwakarta: Malam dan Dangkal

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Waduk Cirata, Purwakarta, Jawa Barat,  (21/2). ANTARA/Rosa Panggabean

    Waduk Cirata, Purwakarta, Jawa Barat, (21/2). ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Bandung - Sesar Cirata kembali 'menggeliat'. Gempa tektonik bermagnitudo 2,9 dirasa lemah mengguncang sebagian wilayah Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu malam 19 September 2020. Gempa dari sesar yang sama pernah terjadi setidaknya dua kali pada Maret lalu. 

    Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, gempa Sabtu malam terjadi pada pukul 20.25 WIB. "Pusatnya di darat, berjarak 19 kilometer barat daya Kabupaten Purwakarta," kata Hendro Nugroho, Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang lewat keterangan tertulis, Sabtu malam.

    Hendro menyebut kedalaman sumber gempa 6 kilometer dan tergolong dangkal. "Akibat aktivitas Sesar Cirata," katanya

    Berdasarkan peta tingkat guncangan gempa BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa itu dirasakan di wilayah Plered, Purwakarta, dengan skala intensitas II MMI. Getaran itu dirasakan oleh beberapa orang dan membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

    Dari pantauan BMKG, aktivitas gempa susulan nihil. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

    Sebelumnya, gempa sesar Cirata juga terjadi pada 11 dan 16 Maret lalu. Saat itu masing-masing berkekuatan 3,7 dan 3,2 Magnitudo. Keduanya bahkan direkam BMKG memiliki sumber yang lebih dangkal yakni 2 dan 4 kilometer yang salah satunya tepat berada di bawah Waduk Cirata.

    Baca juga:
    Studi ITB: Gempa Selatan Jawa Bisa Picu Tsunami 20 Meter

    Kedua gempa terdahulu juga terjadi pada malam dan dinihari. Namun dampak getarannya setara dengan yang terbaru yakni lemah pada skala II-III MMI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uang Djoko Tjandra untuk Gaya Hidup Jaksa Pinangki

    Tersangka kasus suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari diduga menerima uang banyak untuk mengurus fatwa bebas Djoko Tjandra