Trump Restui Kesepakatan Tiktok dan Oracle, Larangan Ditunda Seminggu

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tik Tok Gandeng Innity Memperluas Pangsa Pasar di 22 Negara.

    Tik Tok Gandeng Innity Memperluas Pangsa Pasar di 22 Negara.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan telah menyetujui tawaran Oracle kepada TikTok 'secara konsep’. Pernyataannya itu hanya sehari sebelum kebijakannya melarang unduhan baru TikTok di yurisdiksi Amerika berlaku de facto, Minggu 20 September 2020.

    "Saya telah memberikan restu kepada kesepakatan itu," katanya kepada wartawan di luar Gedung Putih, Sabtu. Dia menambahkan, "Secara konsep saya setuju."

    Pada Jumat, Departemen Perdagangan AS menerbitkan aturan untuk memblok segala transaksi dengan ByteDance, perusahaan induk TikTok, dan juga WeChat, yang berlaku 20 September. Aturan itu berarti larangan untuk unduhan baru, sedang efektif akan menyetop seluruh operasi aplikasi-aplikasi itu di Amerika per 12 November 2020.

    Kesepakatan itu masih dibahas tapi perusahaan baru, disebut TikTok Global, disebut akan berbasis di Amerika Serikat. Perusahaan itu akan mengambil alih pemrosesan dan penyimpanan data seluruh pengguna TikTok yang berbasis di negara itu.

    Menurut Trump, perusahaan baru TikTok akan bermarkas di Texas dan akan merekrut hingga 25 ribu tenaga kerja, serta memberi kontribusi $ 5 miliar ke negara. "Mereka akan menyiapkan dana yang sangat besar dan inilah kontribusi mereka yang selama ini saya minta," kata sang presiden dikutip dari Bloomberg.

    Bagaimana kesepakatan itu akhirnya bisa memenuhi syarat keamanan data pribadi pengguna yang selama ini dikeluhkan Trump belum jelas. Tapi Menteri Perdagangan Wilbur Ross dalam pernyataannya, Sabtu, sudah menyebutkan kalau larangan untuk TikTok yang awalnya diterapkan mulai hari ini ditunda seminggu sampai 27 September mendatang.

    Kepada The Verge, seorang juru bicara TikTok membenarkan langkah maju kesepakatan.“Kami lega proposal oleh TikTok, Oracle, dan Walmart akan menyelesaikan persoalan keamanan yang dikawatirkan Pemerintah Amerika Serikat dan menjawab pertanyaan seputar masa depan TikTok di AS," ujarnya.

    Baca juga:
    TikTok Akhirnya Dillarang di Amerika, Simak Bunyi Aturannya

    Dalam kesepakatan itu, dia menerangkan, Oracle akan menjadi apa yang disebut, 'provider teknologi terpercaya TikTok'. Oracle pula yang akan bertanggung jawab untuk hosting seluruh data pengguna di AS dan mengamankan sistem komputerisasi terkait.

    “Kami juga sedang bernegosiasi dengan Walmart untuk kemitraan komersialnya," katanya sambil menambahkan Oracle dan Walmart akan mengambil hingga 20 persen saham TikTok Global.

    Oracle CEO Safra Catz, dalam keterangan resminya Sabtu, mengatakan kalau Oracle hanya akan menjadi investor minoritas dalam TikTok Global, dan akan menjadi menyediakan teknologi cloud yang aman untuk TikTok. Dia memberi keyakinan seratus persen memberi lingkungan dengan keamanan tingkat tinggi untuk TikTok dan penggunanya.

    “Oracle akan segera mengerahkan, cepat memasukkan dan mengoperasikan sistem TikTok dalam Cloud Oracle,” kata Catz.  

    THE VERGE | BERBAGAI SUMBER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uang Djoko Tjandra untuk Gaya Hidup Jaksa Pinangki

    Tersangka kasus suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari diduga menerima uang banyak untuk mengurus fatwa bebas Djoko Tjandra