WHO Minta Bantuan Rp 523 Triliun untuk Respons Covid-19

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, Tedros Adhanom Ghebreyesus. Christopher Black/WHO/Handout via REUTERS

    Direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, Tedros Adhanom Ghebreyesus. Christopher Black/WHO/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jenewa - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat, 25 September 2020, mendesak masyarakat internasional untuk membantu menutup kekurangan finansial sebesar US$ 35 miliar (Rp 523 triliun) untuk Akselerator Akses Peralatan Covid-19 (ACT-Accelerator), sebuah kolaborasi global yang dipimpin WHO untuk pengembangan diagnosis, terapi, dan vaksin Covid-19.

    "Kami tidak meminta sumbangan amal. Kami meminta investasi demi pemulihan global," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers pada Jumat. Dia menambahkan bahwa "Keuntungan ekonomi dari pemulihan perdagangan dan perjalanan internasional saja akan mengembalikan investasi ini dengan sangat cepat."

    WHO mengakui bahwa jumlah dananya memang sangat besar. "Namun dalam konteks melawan pandemi global dan mendukung pemulihan ekonomi global, ini cukup murah," karena nilainya kurang dari satu persen dari apa yang para pemerintah G20 telah komitmenkan untuk paket stimulus ekonomi domestik.

    Dari 35 miliar dolar AS tersebut, US$ 15 miliar diperlukan dengan segera untuk mendanai riset dan pengembangan, memperluas manufaktur, mengamankan pembelian, serta memperkuat sistem pengiriman, paparnya.

    Dirjen WHO itu mengumumkan bahwa para pemimpin dunia akan melangsungkan pertemuan secara virtual pada pekan depan di sela-sela acara tingkat tinggi Sidang Majelis Umum PBB guna membahas upaya ACT-Accelerator serta meminta komitmen finansial untuk merealisasikan janjinya.

    Dalam konferensi pers tersebut, Michael Ryan, Direktur Eksekutif Program Darurat Kesehatan WHO, juga menegaskan kembali bahwa keberadaan WHO dan ACT-Accelerator menjadi contoh multilateralisme dalam berbagi pengetahuan serta tanggung jawab bersama demi melindungi kesehatan global.

    Saat dunia berada di tengah pandemi Covid-19, negara-negara di seluruh dunia, termasuk Inggris, Cina, Rusia, dan Amerika Serikat, berlomba-lomba menemukan vaksin. Menurut situs web WHO, sampai dengan Jumat, tercatat 189 kandidat vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan di seluruh dunia, dan 40 di antaranya sedang menjalani uji coba klinis.

    ANTARA | XINHUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips untuk Membersihkan Rumah Saat COVID-19

    Kebersihan rumah menjadi salah satu hal yang penting saat pandemi COVID-19.