Bonikan, Apa yang Istimewa dari Boneka Ikan dari Universitas Brawijaya Ini?

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Boneka Torso Ikan (Bonikan) karya mahasiswa Universitas Brawijaya untuk mempermudah pembelajaran anatomi dan morfologi ikan. (ANTARA/HO/UNIVERSITAS BRAWIJAYA/End)

    Boneka Torso Ikan (Bonikan) karya mahasiswa Universitas Brawijaya untuk mempermudah pembelajaran anatomi dan morfologi ikan. (ANTARA/HO/UNIVERSITAS BRAWIJAYA/End)

    TEMPO.CO, Malang - Sekelompok mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, membuat boneka ikan berbahan silikon yang diberi nama Bonikan. Mereka menggagasnya sebagai alat peraga tiga dimensi atau torso untuk alat bantu dalam proses pembelajaran anatomi dan morfologi ikan yang hampir serupa dengan aslinya.

    Torso ikan itu merupakan salah satu karya Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Bidang Kewirausahaan yang didanai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2020. Pembuatnya lintas fakultas, di antaranya adalah Andika Harahap dari Fakultas Peternakan.

    Andika menerangkan, peningkatan ruang edukasi mengenai dunia perikanan diperlukan karena kualitas pembelajaran anatomi dan morfologi ikan dinilai masih monoton. Biasanya, dia menuturkan, pembelajaran anatomi dan morfologi menggunakan torso berbahan kayu, gipsum atau tanah liat. "Itu kaku, monoton dan kurang menarik," katanya, Senin 28 September 2020.

    Sedangkan beberapa jenis ikan memiliki bentuk anatomi dan morfologi yang berbeda. Torso Bonikan berbahan silikon, kata dia, memberi solusi lewat kelebihnannya yang memiliki sifat overhaulable (bongkar pasang). Fiturnya dianggap menarik sehingga mampu meningkatkan edukasi bagi siswa di SMK Perikanan maupun mahasiswa, terkait anatomi dan morfologi ikan dari dua kelas besar pisces: Condrichtyes dan Osteichtyes.

    Bonikan itu didesain lebih atraktif pada beberapa bagian organ dalamnya daripada torso ikan yang ada sebelumnya. Karena mampu menampakkan bagian organ dalam yang lebih lengkap dan fleksibel, torso ini juga diyakini dapat menerangkan secara spesifik struktur anatomi dan morfologi dari tiga model ikan yang merepresentasikan dua kelas besar pisces tersebut.

    "Struktur bonikan lebih lunak dan fleksibel karena terbuat dari bahan baku perpaduan silikon (bersifat foodgrade), resin dan katalis, sehingga belajar terasa lebih efektif, aman, atraktif dan menyenangkan," kata Andika lagi.

    Terdiri dari tiga jenis torso yang berbeda dan warna yang hampir serupa dengan aslinya, torso Bonikan akan bisa ditawarkan dengan harga yang lebih ekonomis. Itu sudah termasuk pada tiap produk diberikan barcode yang dapat memberikan akses informasi bagi pengguna untuk mengetahui taksonomi dan ciri khusus dari ikan yang dijadikan model.

    Ketiga model ikan yang menjadi torso unggulan produk bonikan adalah ikan hiu, lele dan ikan mas. Adapun anatomi yang dapat dipelajari, di antaranya sistem pernapasan, pencernaan, reproduksi, dan urogenitalia. Sedangkan morfologi ikan yang dapat dipelajari dari produk ini, di antaranya bentuk sirip, sisik dan mulut ikan.

    Baca juga:
    Izin untuk Dokter Asing, Mahasiswa Indonesia di Cina Protes Luhut

    Selain Andika, berada di balik inovasi boneka ikan ini adalah Bagas Prasetya dan Diki Sodikin (mahasiswa Perikanan dan Ilmu Kelautan), Surani Ulfa (Fisika), dan Fida Fauzia (Desain Grafis Vokasi). Keempat mahasiswa lintas fakultas tersebut berada di bawah bimbingan dosen di bidang Budi Daya Perairan, yakni Muhammad Fakhri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Survei Indikator Politik: Masyarakat Makin Takut Menyatakan Pendapat

    Berdasarkan hasil survei, sebagian masyarakat saat ini merasa tidak aman untuk menyampaikan pendapat secara terbuka.