Amazon Ungkap 19.816 Karyawan Positif Covid-19

Reporter

Editor

Erwin Prima

Ilustrasi Amazon. Kredit: Reuters

TEMPO.CO, Jakarta - Amazon baru saja merilis data para karyawan yang terinfeksi Covid-19 selama bekerja di masa pandemi. Dalam laporannya, Perusahaan ritel itu menyebutkan sebanyak 19.816 atau 1,44 persen dari total 1,3 juta karyawannya positif mengidap Covid-19.

Namun, angka pengidap Covid-19 tersebut belum mencakup keseluruhan pekerja seperti kurir pengiriman yang biasanya pekerja kontrak. Perusahaan itu hanya mendata beberapa lini pekerja yang memiliki potensi penularan tinggi, seperti pekerja gudang dan kasir Whole Foods di Amerika Serikat yang aktif bekerja per 1 Maret hingga 19 September 2020.

Beberapa kelompok pekerja juga menilai pendataan yang dilakukan Amazon masih belum cukup, mereka menuntut adanya penyelidikan Kongres.

“Pengungkapan Amazon adalah bukti perusahaan Amerika ini telah gagal sepenuhnya melindungi pekerja garis depan negara dalam pandemi ini,” kata Presiden Persatuan Internasional Serikat Pekerja Pangan dan Komersial, Marc Perrone, dikutip dari Washington Post, pada Jumat, 2 Oktober 2020.

Sementara itu, Amazon mengatakan pihaknya akan terus melakukan pengujian. Ke depannya, mereka menargetkan 50 ribu pengujian tiap harinya di 650 lokasi pada November 2020.

Amazon sendiri baru melaporkan data karyawannya setelah mendapat tekanan dari berbagai pihak, baik pekerjanya sendiri, maupun kritikus. Kurangnya data penularan, jam kerja yang tidak berubah, serta jaminan perlindungan kesehatan yang minim membuat para pekerja resah dan melakukan protes hingga mogok kerja.

Sejak awal pandemi Covid-19, Amazon memang mengalami peningkatan produksi yang cukup signifikan. Permintaan barang dari masyarakat yang harus menahan diri di rumah terus meningkat. Pendapatan Amazon sendiri meningkat 40 persen menjadi US$ 88,9 miliar pada kuartal penuh pertama.

Peningkatan produksi tersebut tak ayal membuat Amazon banyak merekrut pekerja tambahan. Tapi, perusahaan itu dinilai tidak memperhatikan keselamatan para pekerjanya di tengah pandemi. Amazon sempat dikritik para pekerjanya sendiri karena masih mengirimkan barang-barang yang tidak perlu di masa pandemi dan tidak memberlakukan pengurangan waktu kerja.

WASHINGTON POST | FORBES | MUHAMMAD AMINULLAH | EZ






Bisnis Wisata Menggeliat, Maskapai Penerbangan Buka Lagi Jalur China-Indonesia

59 menit lalu

Bisnis Wisata Menggeliat, Maskapai Penerbangan Buka Lagi Jalur China-Indonesia

Maskapai China dan Indonesia menambah frekuensi dan jalur penerbangan kedua negara seiring dengan diizinkannya perjalanan wisata secara berkelompok.


BPS Sebut Kunjungan Wisatawan Asing Melonjak 384 Persen Sepanjang 2022

4 jam lalu

BPS Sebut Kunjungan Wisatawan Asing Melonjak 384 Persen Sepanjang 2022

BPS menyebut jumlah kunjungan wisawatan asing melonjak sebesar 384,12 persen secara yoy dan secara kumulatif meningkat 251,28 persen.


Muhammad Mardiono Singgung Kemungkinan Penundaan Pemilu

2 hari lalu

Muhammad Mardiono Singgung Kemungkinan Penundaan Pemilu

Muhammad Mardiono mengklaim antusiasme masyarakat terhadap Pemilu 2024 masih dingin.


Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

2 hari lalu

Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

Kasus virus flu burung yang menginfeksi hewan mamalia di Inggris dan Spanyol membuat para ahli khawatir selanjutnya bisa menular ke manusia.


Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

2 hari lalu

Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

Pengamat tata kota Nirwono Joga menyatakan Wisma Atlet Kemayoran dibangun untuk kepentingan event olahraga internasional. Bisa untuk olimpiade.


Heru Budi Manut Pemerintah Pusat Soal Nasib Wisma Atlet Biar Tak Jadi Sarang Kuntilanak

3 hari lalu

Heru Budi Manut Pemerintah Pusat Soal Nasib Wisma Atlet Biar Tak Jadi Sarang Kuntilanak

Heru Budi mengatakan pengelolaan Wisma Atlet jadi kewenangan Pusat. DPRD DKI minta jangan dibiarkan kosong agar tak banyak kuntilanak.


Tekan Infasi Lebih Rendah, The Fed Naikkan Suku Bunga 0,25 Persen

4 hari lalu

Tekan Infasi Lebih Rendah, The Fed Naikkan Suku Bunga 0,25 Persen

The Fed mengatakan ekonomi AS menikmati "pertumbuhan moderat" .


Sejarah Wabah Athena yang Menjadi Pandemi Misterius dan Paling Mematikan di Dunia

4 hari lalu

Sejarah Wabah Athena yang Menjadi Pandemi Misterius dan Paling Mematikan di Dunia

Wabah Athena pada 430 SM membuat setengah penduduknya meninggal dan menjadi pandemi paling mematikan di dunia


Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

4 hari lalu

Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

AMSI dinilai telah memberikan kontribusi penting khususnya dalam penyebaran informasi tentang Covid-19 dan pencegahan hoaks selama pandemi.


Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

5 hari lalu

Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

Jokowi menyebut akibat kegagapan menangani pandemi, terjadi turbulensi ekonomi dan membuat pertumbuhan ekonomi jatuh.