Dokter Curhat Tuduhan Asal Diagnosis: Buat Apa Meng-Covid-kan Pasien?

Reporter

Ratusan warga menjemput paksa jenazah perempuan berinisial M asal Ranjok Barat, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, yang dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit akibat COVID-19 pada Senin malam 6 Juli 2020. ANTARA/Dhimas B.P.

TEMPO.CO, Jakarta - Dokter Spesialis Paru di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, Erlina Burhan, mengatakan masih ada masyarakat yang tidak memahami bahwa Covid-19 bisa menimbulkan gejala yang berbeda-beda sesuai organ tubuh yang diserang. Kurangnya pemahaman itu tak jarang membuat beberapa di antaranya menuduh para dokter asal mendiagnosis pasiennya.

“Kadang-kadang pasien datang dengan gejala stroke dan positif Covid-19, lalu keluarga marah-marah ke dokter karena merasa yang dialaminya gejala stroke, padahal infeksi Covid-19 juga,” Kata Erlina dalam Bincang Komunikasi bertema Memahami Covid-19, pada Jumat, 2 Oktober 2020.

Erlina sendiri menyebut Covid-19 sebagai penyakit seribu wajah. Istilah ini merujuk kepada sifat virus SARS-CoV-2, virus corona penyebab penyakit itu, yang bisa menyerang organ tubuh selain saluran pernapasan. Beberapa organ yang bisa diserang virus ini disebutnya meliputi saluran pencernaan, organ jantung, pembuluh darah, pankreas, bahkan otak.

“Kemampuan virus itu menyebabkan banyak pasien positif Covid-19 datang dengan gejala yang bermacam-macam seperti jantung atau gula darah yang tinggi,” ujar Ketua Persatuan Dokter Paru Indonesia Jakarta itu.

Erlina juga mencontohkan, pada kasus dimana SARS-CoV-2 menyerang pembuluh darah, pasien akan mengalami hipertensi. Hal itu disebabkan oleh virus yang menyumbat aliran darah sehingga pembuluh darah menyempit.

Selain itu, dia menjelaskan, gejala yang ditimbulkan oleh pasien Covid-19 juga dipengaruhi oleh adanya penyakit penyerta atau komorbid. Parahnya, Erlina menambahkan, infeksi Covid-19 pada orang atau pasien seperti ini bisa menyebabkan penyakit yang dialaminya semakin parah, bahkan menyebabkan kematian.

“Meninggalnya bukan karena penyakit penyerta, tapi virus Covid-19 yang menginfeksinya," katanya, "Di luar ada banyak orang hipertensi atau penderita gula darah yang tidak terinfeksi Covid-19, dan mereka tidak meninggal.”

Baca juga:
Kisah Ai Fen, Dokter di Wuhan yang Dikabarkan Menghilang Misterius

Itu sebabnya, Erlina mengimbau masyarakat tidak berburuk sangka kepada para dokter yang memberi diagnosis Covid-19. “Dokter tidak akan menulis diagnosis Covid-19 kalau tidak ada bukti, buat apa dokter meng-covid-kan pasien?” katanya.

MUHAMMAD AMINULLAH | ZW






Perankan Dokter di Serial Mendua, Adinia Wirasti Belajar dari Anggota Keluarganya

13 jam lalu

Perankan Dokter di Serial Mendua, Adinia Wirasti Belajar dari Anggota Keluarganya

Di serial drama romantis berjudul Mendua, Adinia Wirasti berperan sebagai Sekar, dokter spesialis penyakit dalam dan istri yang diselingkuhi.


8 Lokasi Vaksinasi Covid-19 Dosis 1-4 di DKI Jakarta Selama Desember 2022

13 jam lalu

8 Lokasi Vaksinasi Covid-19 Dosis 1-4 di DKI Jakarta Selama Desember 2022

Berikut daftar lokasi vaksinasi Covid-19 di DKI Jakarta. Melayani vaksin dosis pertama hingga dosis keempat, khsusu tenaga kesahatan.


Formula 1 Cina 2023 Dibatalkan Lagi, Apa Penyebabnya?

1 hari lalu

Formula 1 Cina 2023 Dibatalkan Lagi, Apa Penyebabnya?

Grand Prix Formula 1 Cina dipastikan tidak akan masuk dalam agenda F1 2023. Apa penyebabnya? Simak selengkapnya di artikel ini!


WHO: Kesenjangan Strategi Atasi Covid-19 Lahirkan Varian Baru

1 hari lalu

WHO: Kesenjangan Strategi Atasi Covid-19 Lahirkan Varian Baru

Kesenjangan dalam strategi mengatasi Covid-19 tahun ini terus menciptakan kondisi sempurna bagi munculnya varian baru yang mematikan


Kemenkes Ungkap Tren Kematian Covid-19 Masih Naik, Vaksinasi Terus Digenjot

1 hari lalu

Kemenkes Ungkap Tren Kematian Covid-19 Masih Naik, Vaksinasi Terus Digenjot

Juru Bicara Kemenkes Muhammad Syahril mengungkapkan Indonesia masih berada di Level 1 transmisi Komunitas Covid-19.


Mengenali Tanda dan Gejala Hipertensi Paru Bukan Cuma Sesak Napas

1 hari lalu

Mengenali Tanda dan Gejala Hipertensi Paru Bukan Cuma Sesak Napas

Hipertensi paru atau hipertensi pulmonal yaitu jenis tekanan darah tinggi yang mempengaruhi arteri di paru-paru dan sisi kanan jantung. Ini gejalanya.


Antisipasi Lonjakan Kasus XBB Jelang Liburan Natal, Kemenkes Ingatkan Warga Patuhi Prokes

1 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Kasus XBB Jelang Liburan Natal, Kemenkes Ingatkan Warga Patuhi Prokes

Pengendalian varian XBB dilakukan melalui disiplinnya protokol kesehatan dan juga dengan vaksinasi lengkap


Darah Tinggi Bisa Menyerang Paru-paru Disebut Hipertensi Paru, Begini Gejalanya

2 hari lalu

Darah Tinggi Bisa Menyerang Paru-paru Disebut Hipertensi Paru, Begini Gejalanya

Hipertensi yang menyerang paru-paru dikenal sebagai hipertensi paru atau pulmonal. Bagaimana gejalanya?


Kemenkes Geser Prioritas Kerja dari Penanganan Covid-19 ke Peningkatan Layanan Kesehatan

2 hari lalu

Kemenkes Geser Prioritas Kerja dari Penanganan Covid-19 ke Peningkatan Layanan Kesehatan

Salah satu fous itu adalah Kemenkes akan melakukan restrukturisasi rumah sakit di seluruh Indonesia. Tujuannya untuk meningkatkan layanan kesehatan.


Pasien COVID-19 di China Boleh Karantina di Rumah dengan Syarat

3 hari lalu

Pasien COVID-19 di China Boleh Karantina di Rumah dengan Syarat

China akan mengizinkan kasus positif COVID-19 menjalani karantina di rumah dengan syarat tertentu