Gandeng Nasabah Baru Cukup 5 Menit dengan Lintasarta e-KYC

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • INFO TEKNO-- Konsep electronic Know Your Customer (e-KYC) bukan merupakan hal yang baru lagi karena sudah cukup lama diperbincangkan. Namun, sayangnya penerapan e-KYC di Indonesia masih belum begitu masif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri sudah menekankan pentingnya e-KYC di industri keuangan dalam mengenal nasabah. Hal ini dikaitkan dengan meningkatnya perkembangan perusahaan Financial Technology (Fintech) yang begitu pesat.

    Lalu, apa itu e-KYC? e-KYC adalah prosedur untuk mengidentifikasi dan melakukan verifikasi identitas pelanggan secara digital atau online. Proses dari e-KYC terdiri dari serangkaian pemeriksaan yang dilakukan pada tahap pertama komunikasi dengan klien untuk verifikasi bahwa mereka adalah orang yang sesuai dengan identitas yang dicantumkan.

    Untuk memastikan bahwa proses e-KYC memenuhi standar yang sama dengan KYC, sebelumnya dilakukan secara konvensional, perusahaan harus menerapkan proses identifikasi elektronik dengan tingkat keamanan dan keandalan yang tinggi serta mengikuti aturan yang ditetapkan dalam AML5 (Fifth Anti-Money Laundering Directive) atau eIDAS (electronic Identification, Authentication and Trust Services).

    Daftar perusahaan dengan solusi e-KYC

    Proses rumit pembukaan rekening, klaim asuransi, hingga pengajuan kartu kredit dapat diatasi dengan e-KYC. Lantas perusahaan mana yang sebaiknya menerapkan e-KYC?

    1. Perbankan
    Dalam praktik pembukaan rekening, bank menawarkan layanan online namun tetap mengharuskan pelanggan berkunjung ke kantor cabang terdekat atau menggunakan kurir untuk mempersingkat proses. Hal ini dapat diatasi dengan e-KYC yang memberikan peluang bagi pelanggan untuk membuka rekening bank tanpa harus mengunjungi kantor cabang. e-KYC juga dapat dimanfaatkan industri perbankan untuk pengajuan kredit online, pencairan dana pensiun, dan digital customer service.

    2. Asuransi
    Tidak berbeda jauh dengan industri perbankan, perusahaan asuransi dapat terbantu oleh e-KYC di mana proses autentikasi dan verifikasi identitas nasabah baru bisa dilakukan secara digital. Tidak hanya itu, pelayanan klaim dan Unit Link asuransi juga dapat dilakukan dengan proses verikasi e-KYC.

    3. Fintech

    Startup yang bergelut di bidang Fintech sudah mulai populer di Indonesia. Namun, setiap startup Fintech kemungkinan memiliki model bisnis yang berbeda, tergantung pada jenis layanannya. Tiga di antara startup Fintech yaitu mobile payment, peer-to-peer lending (P2P) hingga e-wallet. Terlepas dari perbedaan model bisnisnya, proses verifikasi pelanggan dilakukan dengan tahapan yang hampir sama.

    Untuk pelanggan P2P misalnya, e-KYC dapat mempermudah pendaftaran bagi lender dan borrower, sehingga turut mempermudah proses akuisisi khususnya untuk pelanggan yang berada di kota kecil. Proses ini juga akan membantu perusahaan memenuhi prinsip anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme (APU-PPT) yang akan diwajibkan oleh OJK pada tahun 2021.

    4. Broker
    Broker, atau juga yang dikenal sebagai pialang, adalah perantara yang bertugas dalam proses jual-beli saham. Di dalam prosesnya, calon investor dan trader dapat mendaftarkan dirinya melalui software, platform, atau situs yang sudah disediakan. e-KYC dapat berguna untuk mempermudah dan mempercepat proses verifikasi identitas calon investor dan trader. Sehingga proses jual-beli saham dapat dilakukan berdasarkan hasil analisis mendalam dan tidak asal-asalan.

    Keamanan e-KYC bagi calon pelanggan

    Digitalisasi telah mengekspos bisnis pada risiko baru, seperti penipuan melalui identitas online, pengambilalihan akun hingga pelanggaran data pribadi nasabah. Informasi pribadi nasabah yang bocor dapat diakses melalui dark web, sehingga membuat pengguna rentan terhadap pencurian identitas dan serangan pengambilalihan akun.

    Tantangan lainnya, terkait dengan penyimpanan data pribadi nasabah yang menjadi keharusan bagi industri perbankan maupun fintech. Sebab, meski e-KYC yang digunakan disediakan oleh pihak ketiga, bank digital dan penyedia layanan fintech yang menjadi pihak penanggung jawab atas keamanan e-KYC dan memastikan e-KYC aman untuk nasabah.

    Perkembangan ancaman siber tersebut menunjukkan perlunya sistem verifikasi berbasis biometrik yang kuat untuk melengkapi metode konvensional seperti password dan otentikasi dua faktor melalui SMS. Cara mutakhir untuk verifikasi nasabah adalah dengan menggunakan teknologi e-KYC.

    Solusi Lintasarta e-KYC

    e-KYC merupakan salah satu teknologi yang dikembangkan oleh Lintasarta. Solusi Lintasarta e-KYC dilengkapi dengan serangkaian fitur untuk mendukung proses verifikasi pelanggan dari jarak jauh meliputi Optical Character Recognition atau proses pemindaian data KTP melalui gawai pintar, Liveness Detection yang memastikan bahwa nasabah benar-benar hidup, Face Recognition untuk memastikan pelanggan adalah orang yang sama dengan KTP terlampir, sehingga dapat meminimalisir penggunaan deepfake.

    Tidak hanya itu, Lintasarta e-KYC juga mendukung Video Call sehingga pelanggan tidak perlu ke kantor cabang, dan Electronic Signature untuk mempermudah proses verifikasi. Lintasarta menjadi Cloud Provider pertama di Indonesia yang berhasil mendapatkan sertifikasi bergengsi PCI DSS Cloud Security yang diserahkan oleh TUV Rheinland.

    PCI DSS atau Payment Card Industry Data Security Standard merupakan sebuah standar keamanan data pemegang kartu yang memenuhi persyaratan minimum untuk digunakan pada sektor keuangan, khususnya transaksi bisnis seperti credit card, debit card, dan lainnya. Dengan sertifikasi ini, Lintasarta dapat memastikan e-KYC aman untuk nasabah.

    Melalui solusi Lintasarta e-KYC, Lintasarta akan membantu mempermudah proses verifikasi pelanggan, menurunkan biaya operasional, dan meningkatkan pendapatan dari akuisisi pelanggan yang lebih berkualitas. Klik Lintasarta e-KYC atau hubungi kami untuk mengetahui keunggulan lebih lanjut. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips untuk Membersihkan Rumah Saat COVID-19

    Kebersihan rumah menjadi salah satu hal yang penting saat pandemi COVID-19.