Inggris Jatah Penggunaan Remdesivir untuk Pasien Covid-19

Reporter

Botol obat remdesivir untuk virus corona di fasilitas Gilead Sciences di La Verne, California, AS 18 Maret 2020. [Gilead Sciences Inc / Handout via REUTERS.]

TEMPO.CO, London - Kementerian Kesehatan Inggris menjatah pemberian obat remdesivir dan menetapkan prioritas penggunaannya hanya untuk pasien Covid-19 yang paling membutuhkan. Itu dilakukan dalam menghadapi peningkatan permintaan karena pasien infeksi positif virus penyakit itu yang juga bertambah di rumah sakit-rumah sakit. 

"Kami menyadari peningkatan penggunaan remdesivir sejalan dengan peningkatan kasus Covid-19 di rumah sakit," kata juru bicara kementerian kesehatan Inggris dalam pernyataan melalui surat elektronik, Selasa 6 Oktober 2020.

Kementerian Kesehatan berharap pasokan remdesivir sudah akan bisa ditambah pada bulan ini. Sambil menunggu itu, permintaan telah diajukan kepada NHS (Layanan Kesehatan Nasional) untuk sementara memprioritaskan dan memastikan pasien yang paling mungkin mendapat manfaat dapat mengaksesnya.

Telah sejak Juli lalu, seorang pejabat kesehatan Inggris mengatakan bahwa obat baru seperti remdesivir cenderung akan mengalami masalah pasokan. Dia membandingkan dengan obat generik yang tersedia yang dapat digunakan untuk mengobati Covid-19, seperti dexamethasone.

Pada Selasa, Kementerian Kesehatan berharap kriteria tambahan berupa prioritas untuk penggunaan remdesivir hanya berlaku selama beberapa pekan. Mereka mengantisipasi stok remdesivir akan habis menjelang akhir Oktober, "Meskipun itu akan tergantung pada berapa banyak pasien yang dirawat di rumah sakit."

Baca juga:
Kewajiban Pakai Masker, Permintaan Oplas Kantong Mata Melonjak di Inggris

Remdesivir dari Gilead Sciences telah terbukti mempersingkat waktu pemulihan pasien Covid-19 di rumah sakit. Obat antivirus yang semula diuji untuk Ebola ini hanya diberikan kepada pasien dengan gejala yang berat atau parah. Obat ini pula yang termasuk diberikan untuk mengobati Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Sumber: Reuters






Inggris Rilis Koin Baru Bergambar Raja Charles III

14 jam lalu

Inggris Rilis Koin Baru Bergambar Raja Charles III

Koin baru bergambar Raja Charles III tersedia dalam pecahan 50 pence dan 5 poundsterling.


Inilah 7 Negara yang Menerapkan Cukai Minuman Berpemanis

16 jam lalu

Inilah 7 Negara yang Menerapkan Cukai Minuman Berpemanis

Berikut ini adalah sejumlah negara yang telah menerapkan cukai minuman berpemanis.


Scotland Yard, Kepolisian yang Teruji Tangani Kasus Kriminal Gelap di Inggris

1 hari lalu

Scotland Yard, Kepolisian yang Teruji Tangani Kasus Kriminal Gelap di Inggris

Scotland Yard memiliki reputasi khusus dalam kasus-kasus kriminal gelap di Inggris. Bagaimana sepak terjangnya?


Krisis Inggris: Ekonomi Bergejolak setelah Liz Truss Memotong Pajak

1 hari lalu

Krisis Inggris: Ekonomi Bergejolak setelah Liz Truss Memotong Pajak

Kebijakan Liz Truss memotong pajak dinilai memicu krisis Inggris


Krisis Ekonomi Parah di Inggris, Anak Sekolah Pura-pura Makan dari Kotak Kosong

2 hari lalu

Krisis Ekonomi Parah di Inggris, Anak Sekolah Pura-pura Makan dari Kotak Kosong

Krisis ekonomi Inggris menyebabkan anak-anak kekurangan makan. Ada yang memakan karet karena lapar.


TKI Pemetik Buah di Inggris Masih Merana Tanpa Pekerjaan

3 hari lalu

TKI Pemetik Buah di Inggris Masih Merana Tanpa Pekerjaan

Nasib Pekerja Migran Indonesia (PMI/TKI), yang dijanjikan untuk ditempatkan di perkebunan Inggris masih tidak jelas.


Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

4 hari lalu

Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

Pakar menjelaskan batuk kronik berkepanjangan hingga beberapa bulan dapat mengindikasikan penyintas mengalami long COVID-19.


Inggris Akan Menaikkan Anggaran Pertahanan

4 hari lalu

Inggris Akan Menaikkan Anggaran Pertahanan

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengungkap pihaknya akan meningkatkan anggaran pertahanan dalam beberapa tahun ke depan.


Protes Kematian Mahsa Amini, Iran Panggil Dubes Inggris dan Norwegia

5 hari lalu

Protes Kematian Mahsa Amini, Iran Panggil Dubes Inggris dan Norwegia

Iran memanggil duta besar Inggris dan Norwegia karena dinilai campur tangan dalam demo menggugat kematian Mahsa Amini


Raja Charles Berfoto dengan Kotak Merah, Tempat Dokumen dari Pemerintah

6 hari lalu

Raja Charles Berfoto dengan Kotak Merah, Tempat Dokumen dari Pemerintah

Raja Charles terlihat berada di balik meja kerja dengan sebuah kotak merah tempat dokumen dari pemerintah Inggris.